Kronologi Lengkap 6 Oknum POM AL Tewaskan Pencuri di Purwakarta

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 16:51 WIB
Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, sebelah kiri. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, sebelah kiri. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Warga sipil yang diduga sebagai pencuri mobil, FM (40), dianiaya hingga tewas oleh 6 oknum Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) di Purwakarta, Jawa Barat. Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo menjelaskan bagaimana kronologi terjadinya peristiwa tersebut.

Semua bermula ketika pacar dari salah satu oknum POM AL (MDS) kehilangan mobilnya. Orang tua pacar dari MDS meminta dia dan kawan-kawannya mencari pelaku pencuri mobil tersebut.

"Calon istri dari anggota kita kehilangan mobil. Orang tua tersebut sampaikan ke anggota kita, sehingga anggota kita tersebut berinisiatif untuk mencari pelakunya," ujar Nazali dalam jumpa pers di Kantor Pusat POM AL, Jakarta Utara, Jumat (18/6/2021).

Nazali menjelaskan para oknum POM AL berhasil menemukan dua pelaku pencuri mobil tersebut. Saat diinterogasi, kata Nazali, para pelaku pencurian mengakui perbuatan mereka dan telah menjual mobil pacar dari MDS.

"Pelakunya ditemukan. Habis itu anggota kita membawa ke Wisma Atlet (Purwakarta). Mungkin pada saat di Wisma Atlet dugaan terjadinya penggelapan mobil tersebut, sempat diinterogasi sama anggota kita, mungkin anggota kita menanya, memang kedua oknum tersebut mengakui. Dia menggelapkan mobil tersebut, bahkan mobil itu sudah sempat dijual," tuturnya.

Lebih lanjut, Nazali menduga para oknum prajurit TNI AL itu emosi dan lost control saat mendengar mobil pacar MDS telah dijual. Mereka pun menganiaya kedua pelaku hingga salah satunya, FM, tewas.

"Itulah awal kejadiannya mungkin di luar kendali juga anggota kita. Mungkin lepas emosi untuk menekan, mungkin saat kejadian itu terjadi tindakan yang di luar batas. Di luar batas sehingga salah satu anggota tersebut, anggota masyarakat, meninggal dunia," tukas Nazali.

Setelah FM meninggal dunia, kata Nazali, para oknum prajurit panik dan tidak langsung melaporkan kejadian itu. Akhirnya, TNI AL turun tangan dan langsung mengamankan jasad FM untuk ditangani lebih lanjut.

"Anggota kita pada saat itu mungkin panik, sehingga belum sempat melaporkan kejadian tersebut pada waktu itu. Mungkin ada beberapa hari, setelah itu dilaporkan. Kita mengambil tindakan tegas segera mencari mengamankan jenazahnya untuk kita visum di rumah sakit RSCM," paparnya.

Sementara itu, Kadispenal Lasksma TNI Julius Widjojono menepis kabar para oknum POM AL menculik pelaku pencurian mobil. Julius mengklaim enam oknum anggota itu hanya membawa mereka ke lokasi lain untuk diinterogasi, bukan diculik.

"Itu sebenarnya bukan penculikan, karena.... Berawal dia kan mempunyai pacar ya. Orang tuanya minta bantu karena anggota kita sering ke sana terkait mobil yang hilang. Jadi anggota kita inisiatif mencari pelakunya, jadi bukan penculikan, pas pelakunya ketemu, dibawa ke Wisma Atlet itu. Mungkin dia interogasi. 'Lah benar nggak kamu kejadian gini-gini'. Di masalah kehilangan mobil itu kan," sahut Julius.

Kini, para pelaku berinisial MFH, WI, YMA, BS, SMDR, dan MDS sudah ditahan. Berkas perkara mereka segera dikirim ke pengadilan militer pada Senin (21/6). Adapun para pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Diketahui, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meminta seluruh oknum POM AL yang menewaskan warga sipil dihukum berat. Yudo menyatakan tidak akan memberi toleransi sekaligus menyampaikan rasa duka ke keluarga korban.

Tonton juga Video: Pelarian Pencuri Ambulans Terhenti Usai 160 Km, Mobil Nyemplung Pantai

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)