COVID-19 Melonjak, Zulhas Usul Lockdown Akhir Pekan

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 10:57 WIB
Ketum PAN Zulkifli Hasan di Semarang, Kamis (27/5/2021).
Foto: Zulkifli Hasan (Zulhas). (Angling/detikcom)
Jakarta -

Kondisi kasus COVID-19 di RI meningkat tajam. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengusulkan pemerintah agar menerapkan lockdown akhir pekan.

"Saya setuju PPKM diperpanjang, terutama di daerah-daerah zona merah dan hitam. Jika perlu, diberlakukan apa yang disebut lockdown akhir pekan," kata Zulhas, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/6/2021).

Usulan itu disampaikan Zulhas di depan para kader PAN di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dia mengajak semua kader PAN Kaltim dan seluruh kader se-Indonesia untuk ikut terlibat membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19.

"Saat ini COVID-19 sedang naik-naiknya, di hampir semua kota. Saya minta seluruh kader untuk ikut terlibat menangani dan mengantisipasi efek COVID-19 ini, baik efek kesehatan maupun efek ekonominya. Mulai dari diri sendiri dan keluarga, lalu bantu lingkungan sekitar," ujarnya.

Zulhas menyebut sejauh ini apa yang dilakukan pemerintah sudah baik. Tetapi, dalam kondisi luar biasa seperti sekarang ini, di mana terjadi lonjakan pasca libur lebaran dan cuti bersama, Zulhas menyebut perlu ada langkah luar biasa.

5 Provinsi Catat Kenaikan Tajam Kasus COVID

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap data lonjakan kasus Corona di Indonesia minggu ini. Lima provinsi teratas yang mengalami kenaikan kasus ada di Pulau Jawa.

"Lima provinsi teratas yang mengalami kenaikan kasus seluruhnya berasal dari Pulau Jawa yaitu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Bahkan provinsi keenam teratas juga berasal dari pulau Jawa yaitu provinsi Banten, yaitu kenaikan kasus lebih dari 400 hingga 7.000 kasus di minggu ini," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube BNPB, Selasa (15/6/2021).

Wiku mengatakan kenaikan kasus itu terjadi di daerah tujuan mudik. Kasus juga meningkat di daerah asal pemudik, yaitu DKI Jakarta.

"Kenaikan kasus pada minggu ke-5 pasca periode Idul Fitri ini jelas terlihat pada daerah tujuan mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Banten dan Jawa Barat, serta daerah yang menjadi asal pemudik yaitu DKI Jakarta," jelasnya.

Kenaikan kasus ini, kata Wiku menunjukkan kekhawatiran. Dia meminta agar pemerintah daerah dan warga mengikuti pembatasan yang telah ditetapkan.

"Kondisi yang mengkhawatirkan ini patut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah serta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera menetapkan strategi pengendalian kasus yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas masing-masing daerah," kata Wiku.

Simak video 'Kasus COVID-19 RI Melonjak, Ini Pesan Epidemiolog untuk Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/zak)