KPK Eksekusi 3 Terpidana Kasus Suap Pajak Dealer Jaguar ke Lapas Sukamiskin

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 10:32 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi penjara/Thinkstock
Jakarta -

KPK mengeksekusi tiga mantan pegawai pajak yang divonis penjara karena kasus suap pajak dealer kendaraan premium Jaguar, Land Rover, dan Bentley. Ketiga orang itu akan dieksekusi KPK ke Lapas Sukamiskin.

Tiga mantan pegawai pajak ini adalah Hadi Sutrisno, Jumari, dan M Naim Fahmi. Jaksa KPK melakukan eksekusi sesuai putusan terbaru dari Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI 40/Pid.Sus-TPK/2020/PT DKI setelah ketiganya banding atas putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakpus.

"Kamis (17/6/2021) jaksa eksekusi Irman Yudiandri telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 40/Pid.Sus-TPK/2020/PT DKI tanggal 12 November 2020 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 13/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 6 Juli 2020," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Adapun putusan ketiga mantan pegawai pajak itu adalah:

- Hadi Sutrisno 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan
- Jumari 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan
- M Naim Fahmi 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.

Hukuman Awal 3 Eks Pegawai Pajak

Pada tingkat pertama Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi didakwa menerima USD 96.375 dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim. Uang diberikan agar menyetujui permohonan lebih bayar pajak atau restitusi.


Perbuatan ketiganya dilakukan bersama-sama dengan Yul Dirga saat menjabat Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta. Uang suap yang diterima bertujuan agar KPP PMA 3 Jamarta menyetujui permohonan lebih bayar pajak.

Pada 6 Juli 2020, Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Hadi dan Jumari. Sedangkan Naim dihukum 5 tahun penjara. Namun, ketiganya mengajukan banding, di tingkat banding itu PT DKI menjatuhkan vonis lebih berat yakni Hadi 6 tahun penjara, Jumari 5 tahun penjara, dan M Naim masih 6 tahun penjara.

Simak juga video 'Sederet Hasil Pertemuan Komnas HAM-KPK soal Polemik TWK':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)