Blak-blakan Letkol Drg M. Arifin

Strategi Tim Cobra Membangun Imun Pasien di RSDC Wisma Atlet

Sudrajat - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 07:10 WIB
Jakarta -

Pasien Covid-19 tak cuma harus mendapatkan perawatan medis tapi juga dijaga dan ditumbuhkan imunitas atau kekebalan tubuhnya. Salah satunya dengan menjaga suasana psikologis pasien agar tetap riang-gembira. Tim Cobra, gabungan tenaga medis dan nonmedis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, menerapkan strategi khusus untuk itu. Mereka biasa mengajak para pasien untuk senam aerobic di pagi dan sore hari, dan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya.

"Selain aerobic kami menyediakan berbagai sarana dan peralatan olah raga mulai futsal, basket, voli, badminton, tenis meja, sepak takraw dan lain-lain," papar Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Marinir Muhammad Arifin kepada Tim Blak-blakan detikcom, Kamis (17/6/2021).

Saat ini, dia melanjutkan, juga sedang dibangun kafe di salah satu tower yang merupakan daerah merah (red zone). Di kafe tersebut dalam waktu dekat para pasien dapat menikmati hiburan musik sambil mengudap aneka menu makanan ringan secara gratis. Semua menu yang tersedia merupakan donasi dari perusahaan-perusahaan makanan. "Gratis tapi harus self service, karena ini kan red zone," kata Arifin.

Sebagai komandan Tim Kobra dia biasa berkeliling mengunjungi para pasien di setiap tower. Khusus setiap kali berkunjung ke daerah merah yang dihuni para pasien bergejala, Arifin mengaku biasa disertai dengan mengadakan lomba joget dangdut dan memberikan hadiah bagi yang jogetnya dianggap paling heboh dan menarik.

"Seminggu dua kali saya mengunjungi zona merah untuk naik panggung dan nyawer. Biasanya sekali nyawer habis Rp 1,5 - 2 juta. Dananya donasi dari mereka yang peduli, kalau waktu awal sih pake duit pribadi," kata Arifin diiringi senyum kecil.

Selain nyawer, dia bersama Tim Kobra juga biasa menggelar berbagai lomba dan kuis dengan hadiah yang biasa digemari pasien dari kalangan ibu-ibu. Setiap kali usai acara joget maupun lomba, selalu dilanjutkan dengan penyuluhan seputar Covid maupun informasi lainnya. "Memang di Wisma Atlet ini juga ada layanan konsultasi psikologis ya, bisa juga dilakukan secara online," ujarnya.

Pada bagian lain, Dokter Gigi lulusan Universitas Airlangga itu mengungkapkan bahwa sejak pekan lalu kapasitas tempat tidur di (RSDC) Wisma Atlet telah ditambah 30% atau sekitar 2000 unit dengan mengaktifkan kasur ketiga. Jadi kapasitas atau daya tamping RSDC bertambah dari 5.995 menjadi 7.394 pasien. Namun demikian, tingginya jumlah pasien yang datang hingga Kamis kemarin RSDC sudah merawat 5.730 orang atau hampir 6.000 orang.

"Ini jumlah tertinggi sejak Rumah Sakit Darurat Covid dioperasikan Februari 2020. Kalau sehari bisa tambah sampai 600 orang, ya dua hari lagi sudah penuh," kata Arifin.

(jat/jat)