Cek Dusun Lockdown di Madiun, Menko PMK Minta Warga Waspada Klaster Hajatan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 23:08 WIB
Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: Dok Humas Kemenko PMK)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek kondisi Dusun Balerejo, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang sedang lockdown karena ada 66 warganya positif COVID-19. Kasus sebaran virus Corona itu berasal dari klaster hajatan pernikahan.

Muhadjir meminta warga waspada terhadap klaster hajatan. Menurutnya, pesta yang diselenggarakan secara meriah berpotensi besar menjadi sumber penyebaran virus Corona.

"Kemarin kan kalau hajatan sederhana mungkin ini tidak terjadi kluster. Ini kan hajatan ada nanggap Reog (kesenian Reog), kemudian datanglah para pengunjung itu kerumunan tanpa mematuhi protokol kesehatan ikut teriak-teriak memeriahkan acara," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021)

Dalam kunjungannya, Muhadjir ditemani oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro bersama Satgas COVID-19 Kabupaten Madiun dan petugas tracer dari TNI-Polri wilayah Madiun. Muhadjir mengatakan langkah untuk melakukan karantina lokal di Desa Bantengan sudah tepat.

"Jadi kita tidak boleh mengunci seluruh daerah kemudian dinyatakan merah. Zona merah itu paling di tingkat RT, RW, bahkan mungkin beberapa keluarga. Dan itulah yang di-lockdown. Sehingga ekonomi masih berjalan dan COVID-19 masih bisa dikendalikan," ujarnya.

"Saya kira juga penanganannya sangat sempurna karena mereka yang bergejala ringan diangkut ke RS, kemudian yang masih sehat di-lockdown di RT-nya, nanti ditunggu sampai masa inkubasi. Kalau nanti masa inkubasi betul-betul sehat ya berarti sudah bebas COVID-19," sambungnya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus Corona harus dilakukan semua pihak. Dia meminta masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau misalnya aparat saja tidak bisa, itu tidak mungkin. Karena kuncinya kesadaran masyarakat untuk selalu mengontrol kegiatan, saling mengingatkan selalu pakai masker, sebetulnya sederhana," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2