Wamenkes Proyeksikan RI Punya 33,7 Juta Lansia di 2025, Ini PR Pemerintah

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 21:04 WIB
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono di Grand Inna Bali Beach, Sanur Kaja, Denpasar, Kamis (17/6/2021).
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (kemeja batik). (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Indonesia saat ini memiliki sebanyak 27,1 juta penduduk lanjut usia (lansia) atau kurang lebih 10 persen dari keseluruhan populasi penduduk saat ini. Pada 2025, jumlah lansia diproyeksikan naik menjadi 33,7 juta.

"Pada tahun 2025 nanti. Kita akan mempunyai 33,7 juta (lansia). Artinya 11,8 persen dari seluruh penduduk," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Grand Inna Bali Beach, Sanur Kaja, Denpasar, Kamis (17/6/2021).

Jumlah lansia yang cukup besar mempunyai peran penting dalam sistem demografi di Indonesia. Karena itu, keberadaan lansia penting untuk diperhatikan agar senantiasa sehat.

"Mau tidak mau, suka tidak suka kita akan memasuki usia lansia. Di mana usia lansia itu adalah usia di mana kita bisa bersama menikmatinya dengan sehat," ucap Dante.

Namun secara alamiah, kondisi tubuh, fisik, dan kognitif akan semakin lemah ketika lansia. Kondisi inilah yang bakal menjadi tantangan bagi pemerintah RI.

"Ini merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk memperhatikan lansia ini supaya sehat. Pada saat kita memasuki usia lansia, maka kesehatan kita semakin menurun dan ini tantangan bagi Kementerian Kesehatan untuk terus mewujudkan kesehatan pada lansia supaya lansia itu tetap menjadi ceria, bersama keluarga dan mungkin bisa menjadi produktif," papar Dante.

Saat ini, menurut Dante, 74 persen lansia mampu melakukan aktivitas secara mandiri, bahkan masih produktif bekerja. Sebanyak 90 persen dari mereka tinggal di lingkungan keluarga.

Upaya dalam mewujudkan lansia yang sehat di masa mendatang kini menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenkes. Karena itu, hidup sehat dalam waktu sebelum masuk usia lansia dinilai dapat menjadi investasi jangka panjang.

"Karena itu, Kementerian Kesehatan tidak melakukan kegiatan pada usia lansia saja. Tetapi jauh sebelum itu pada saat generasi muda kuta sudah melakukan intervensi sehingga kesehatan kita tetap terjamin ketika masuk usia lanjut," tutur Dante.

(zak/zak)