Gerebek Kampung Narkoba, Polda Riau Tangkap Bandar Berjuluk 'Ratu Narkoba'

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 20:19 WIB
Konferensi pers Polda Riau terkait penggerebekan di Kampung Ambon di wilayah Pekanbaru (Raja Adil/detikcom)
Konferensi pers Polda Riau terkait penggerebekan di kampung narkoba di wilayah Pekanbaru. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi menggerebek kampung narkoba di sejumlah lokasi di Pekanbaru, Riau. Seorang bandar wanita dengan julukan 'ratu narkoba' turut diamankan di lokasi.

Penggerebekan dilakukan Dit Narkoba dan Sat Brimob Polda Riau, Rabu (16/6/2021). Ada 153 personel gabungan yang diturunkan di lima lokasi, yang salah satunya Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat.

"Kemarin kita lakukan operasi di kampung narkoba yang sudah dikenal masyarakat di Pekanbaru. (Sebanyak) 153 personel gabungan terlibat dalam operasi," tegas Direktur Dit Narkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian kepada detikcom, Kamis (17/6/2021).

Dalam penggerebekan diamankan 15 orang yang diduga terlibat peredaran narkoba. Salah satunya wanita berinisial W (36) dan suaminya, N. W sendiri dikenal masyarakat sebagai 'ratu narkoba'.

"Iya (ratu narkoba), kami amankan juga dari Kampung Dalam. Dia kan memang cukup dikenal masyarakat, makanya kita lakukan operasi mencegah agar tak ada peredaran," katanya.

Sayangnya, dari W polisi tak menemukan barang bukti apa pun. Namun setelah tes urine, W dinyatakan positif menggunakan narkoba dan langsung diamankan.

"Kami tidak menemukan BB di rumahnya. Tetapi dari hasil tes positif menggunakan narkoba dan sedang kita dalami," katanya.

Terkait adanya dugaan operasi senyap itu bocor, Victor secara tegas membantah. Ia memastikan tidak adanya barang bukti karena akses menuju lokasi sangat sulit.

"Kalau informasi bocor saya rasa tidak ada kalau dari anggota. Tetapi memang untuk sampai ke lokasi itu sangat padat, sangat ramai masyarakat dan kalau kita masuk ya pasti mereka," katanya.

Victor kemudian merinci lokasi kampung narkoba berada di pusat kota dan ramai. Bahkan rumah-rumah diduga bandar juga saling berhubungan dengan rumah lain di sekitarnya.

"Mereka rumah itu saling berhubungan, jadi barang bukti 150 gram sabu dengan 800-an plastik klip, penjual pakai topeng. Jadi seperti markas bunker di situ, tetapi kami pastikan terus berantas sampai habis. Ini harus selesai," katanya.

(ras/man)