Kapolda Metro Ungkap Ancaman 'Asmoro' dalam Pungli Priok

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 18:17 WIB
Polda Metro Jaya terus melakukan pemberantasan pungli di Pelabuhan Tanjung Priok. Baru-baru ini, polisi mengungkap empat kelompok pelaku pungli.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap adanya 'Asmoro' yang mengganggu aktivitas truk kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap adanya 'Asmoro' dalam praktik pungli yang marak terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Asmoro digerakkan oleh kelompok-kelompok yang beroperasi di luar kawasan Pelabuhan Priok untuk menarik pungli dari sopir truk kontainer maupun perusahaan jasa ekspedisi.

"Jika perusahaan pengangkut truk kontainer tersebut tidak memberikan uang, maka akan terjadi gangguan gangguan di lapangan dalam bentuk 'Asmoro', dalam bentuk meleng diembat, pokoknya diganggu. Dalam bentuk bajing loncat," jelas Fadil Imran kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2021).

Fadil Imran mengatakan aktivitas para pelaku ini kerap mengganggu distribusi importasi barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Upaya 'Asmoro' dilakukan dengan beragam modus, seperti bajing loncat dan membuat kemacetan.

"Dengan modus seolah-olah mengamankan, tapi sejatinya melakukan pemerasan kepada perusahaan angkutan kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok," tuturnya.

Truk Ditempeli Stiker

Fadil melanjutkan para pelaku ini kemudian memungut uang dengan menempelkan stiker pada kendaraan truk. Satu truk kontainer bisa diwajibkan menyetor uang keamanan berkisar Rp 50-100 ribu per bulan.

"Jadi Anda bayangkan, kalau satu perusahaan memiliki 10 truk kontainer berarti dia harus menyetorkan uang Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta rupiah. Ada puluhan bahkan ratusan jasa angkutan di wilayah Jabodetabek yang hilir mudik mengangkut dan menurunkan barang dari dan ke Tanjung Priok," bebernya.

Perusahaan kontainer yang tidak memberikan uang pungli akan diganggu dalam bentuk 'Asmoro'. Ada yang berupa bajing loncat, menjual air minuman mineral, hingga tindakan kriminal lainnya.

"Untuk memuluskan aksinya kelompok ini menyuruh preman yang disebut 'Asmoro' yang ada di jalan, melakukan tindakan kriminal seperti merampas ponsel, mencuri, memeras dengan modus operandi menjual air mineral," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Tonton Video: Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Berkedok Jasa Pengamanan

[Gambas:Video 20detik]