8 Pria di Makassar Ditangkap Usai Berbohong Minta Sedekah Sumbangan Masjid

Reinhard Soplantila - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 17:24 WIB
Komplotan pria berpura-pura minta sedekah sumbangan masjid ditangkap (Reinhard/detikcom).
Komplotan pria berpura-pura minta sedekah sumbangan masjid ditangkap. (Reinhard/detikcom)
Makassar -

Polisi menangkap 8 pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), komplotan yang berpura-pura meminta sedekah sumbangan masjid di jalanan. Mereka membohongi warga di jalanan dengan membawa kardus bertulisan 'sedekah pembangunan masjid'.

"Ada dus yang mereka gunakan, ada judulnya sedekah untuk masjid. Namun setelah kita lakukan permintaan keterangan kepada yang bersangkutan, ternyata mereka gunakan untuk kepentingan pribadi, dananya tidak masuk atau tidak tersalurkan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, pada Kamis (17/6/2021).

Para pelaku ini dijaring polisi saat operasi berantas premanisme selama 2 hari dan menerima laporan masyarakat yang resah atas aktivitas para pelaku. Mereka ditangkap saat sedang beraksi di sekitar flyover Makassar.

"Kegiatan (minta sumbangan rekayasa) ini sudah dilakukan beberapa bulan. (Ditangkap) ada aduan masyarakat, ada informasi dari Polsek, Polrestabes juga, rekan-rekan Bhabinkamtibmas yang bertugas di daerah sana menginformasikan ke kita sehingga kami kemarin sore melakukan operasi premanisme di sekitaran flyover," jelas Jamal.

Selain menangkap para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dus sumbangan dan uang sebesar ratusan ribu rupiah. Sedangkan berdasarkan keterangan pelaku, sekali beroperasi mereka kerap mendapatkan hasil mencapai ratusan ribu rupiah per hari.

"Omzetnya kemarin yang kami dapati dari beberapa orang beberapa macam, ada Rp 28 ribu, ada yang Rp 31 ribu, ada yang Rp 15 ribu, ada juga yang sampai Rp 100 ribu lebih," ungkap Jamal.

Sementara itu, modus para pelaku nekat melakukan aksi perbuatannya adalah mereka mengaku terdesak kebutuhan ekonomi. Hasil dari sumbangan tipuannya ini digunakan untuk membeli makanan dan membayar tunggakan cicilan sepeda motor.

"Jadi sampai sekarang mereka mengakui untuk kepentingan pribadi, untuk kebutuhan makan, ada juga yang kebutuhan kredit untuk bayar kredit motornya," sebut Jamal.

Namun, polisi mengetahui bahwa jaringan ini dikoordinasi oleh seseorang yang memerintahkan hingga mengambil uang dari para pelaku. Kini, polisi pun masih mengejar atasan pelaku tersebut.

"Jadi dari delapan orang, satu orang mengatakan dia setor ke salah satu orang di atasnya. Itu yang kami sedang dalami," tutur Jamal.

(nvl/nvl)