Banyak Minta Jalur Khusus Saat PPDB Sulsel, Disdik Minta Dikawal Plt Gubernur

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 17:07 WIB
Konferensi pers Disdik Sulsel terkait PPDB (Ibnu Munsir/detikcom).
Konferensi pers Disdik Sulsel terkait PPDB (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2021 mengalami banyak masalah, mulai dari kendala jaringan hingga masalah zonasi. Banyak calon siswa yang tidak lolos PPDB dan membuat orang tua siswa meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel meluluskan anak mereka dengan jalur khusus.

"Bahkan tadi saja, saya mendapat telepon dari salah seorang dosen, jadi anaknya itu mendaftar di tiga tempat (sekolah), tapi tidak ada yang masuk. Jadi dia bilang (ke saya) mohon petunjuk," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Muhammad Djufri dalam keterangan di kantornya, Makassar, Kamis (17/6/2021).

Banyaknya orang tua siswa yang anaknya tidak lolos PPDB dan meminta jalur khusus membuat Djufri harus kembali kepada aturan petunjuk teknis terkait PPDB.

"Jadi bayangkan itu bukan cuman satu, dan semua minta petunjuk, na sudah ada juknis, petunjuk teknis, saya mau bilang baca juknisnya," katanya.

Djufri juga meminta Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan DPRD Sulsel untuk mengawal pihaknya dalam pelaksanaan PPDB dari warga yang meminta jalur khusus. Hal ini untuk menghindari adanya praktik kecurangan.

"Jadi PPDB ini mengedepankan prinsip mutualisme, keadilan dan berpegang teguh pada juknis, karena kita buat juknis dengan sasaran supaya memperkecil masalah terjadinya, mengakomodir persoalan-persoalan yang bisa terjadi, itu yang pertama," jelasnya.

"Yang kedua, jujur boleh dikatakan ke teman-teman pimpinan yang lain yang hadir pada saat komisi E DPRD mitra kita di Dinas Pendidikan juga, jadi menyerahkan satu rangkap tentang juknis, kita ke pimpinan komisi, bersama seluruh anggota dan saya juga melaporkan dan akan melaksanakan PPDB tahun ini, di sana juga saya tegaskan bahwa seperti yang saya minta kepada PLT Gubernur, kami di-backup, kami berikan dukungan, karena kami mau berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada, karena kalau memang kita mau modelnya seperti begitu, untuk apa kita buat juknis," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMA/SMK di Sulawesi Selatan Idrus mengatakan pelaksanaan PPDB pada Senin (14/6/) lalu mengalami banyak masalah, khususnya terkait jaringan.

"Pelaksanaan PPDB regular (zonasi), hari Senin lalu mulai pukul 11.00 mulai lambat, setiap detik ada ribuan yang masuk dan server kewalahan. Sampai tunggu perbaikan, kami edarkan surat ke Cabang Dinas pukul 21.00 malam, dan sejak Selasa sudah bisa diakses dengan baik," kata Idrus.

Disdik Sulsel membantah jika dikatakan selama PPDB menuai banyak kendala. Kendala yang didapatkan dalam proses ini tak mencapai 1 persen.

"Rabu, ada kendala lagi, kami lakukan pertemuan, ada beberapa ortu mengadu ketidakakuratan data dan yang alami kendala tidak sampai 1 persen. Pelaksanaan ini kalau dipersentasekan hanya sekitar lima sekolah (kendala), pelaksanaan (PPDB) normal 99 persen yang bagus dan kami perpanjang hingga Kamis pukul 17.00 wita," jelasnya.

(nvl/nvl)