Usai Bupati Ngamuk, Layanan Puskesmas di Solok Diklaim Membaik

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 15:08 WIB
Bupati Solok ngamuk gegara puskesmas menolak korban kecelakaan karena di luar jam dinas UGD (Dok istimewa)
Bupati Solok Epyardi Asda (Foto: Dok Istimewa)
Solok -

Bupati Solok, Epyardi Asda, mengaku pelayanan puskesmas di daerahnya sudah mulai membaik. Epyardi sempat mengamuk dan marah-marah di Puskesmas Bingkung, Kecamatan Kubung, karena UGD tutup pukul 17.00 WIB.

"Sekarang semua puskesmas layanananya mulai bagus. Alhamdulillah," kata Epyardi dalam percakapan dengan detikcom, Kamis (17/6/2021).

Apa yang dilakukannya itu, kata Epyardi, merupakan bagian dari upaya mengingatkan ASN di lingkungannya untuk bekerja lebih baik dan mengutamakan layanan kepada masyarakat.

"Bagian dari shock therapy. Jangan lupa, ada kepentingan masyarakat yang lebih utama dan perlu diperhatikan," kata dia.

Mantan anggota DPR-RI selama tiga periode itu juga telah mendapat informasi bahwa UGD di Puskesmas Tanjung Bingkung kini sudah beroperasi kembali selama 24 jam. Ia menyambut bak hal itu.

"Memang harus begitu, karena masyarakat butuh itu," ungkapnya.

Layanan UGD di Puskemas Bingkung sudah kembali beroperasi 24 jam sehari, setelah Epyardi mengamuk di tempat itu beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, dr Maryetti Marwazi mengakui perubahan layanan UGD dilakukan setelah insiden sidak Bupati Epyardi.

"UGD kita buka 24 jam seperti semula, sesuai dengan instruksi (pimpinan)," kata Maryetti.

Pembukaan layanan 24 jam itu dilakukan untuk memberikan penanganan awal bagi warga yang membutuhkan layanan darurat, sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat. UGD hanya dibuka untuk pelayanan yang sifatnya darurat, seperti kecelakaan, bukan untuk pengobatan seperti demam atau penyakit ringan lainnya.

Viral Bupati Solok Ngamuk

Bupati Epyardi sempat mengamuk di Puskesmas Tanjung Bingkung pada Sabtu (12/6) lalu. Ia kesal karena pihak Puskesmas tidak memberikan layanan kepada korban kecelakaan atas alasan jam layanan UGD sudah tutup.

Video mengamuknya politikus PAN itu viral di media sosial. Dalam video, Epyardi terlihat datang ke Puskesmas Bingkung di Kecamatan Kubung Solok. Ia mengecek ruang UDG yang memang dalam keadaan tutup.

Pimpinan Puskesmas dan staf langsung dikumpulkan. Kepada sang bupati, pihak Puskesmas memberikan sebuah surat berisi pernyataan bersama staf dan pimpinan Puskesmas bahwa UGD hanya buka dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00 Wib.

Kondisi itulah yang membuat Epyardi meradang. Surat kesepakatan bersama yang ditunjukkan kepada Epyardi lalu dirobek, diremas, dan melemparkannya ke lantai.

"Apa-apaan kalian ini. Di mana-mana di dunia, UGD itu buka 24 jam. Jangan kah hari biasa. Hari Sabtu-Minggu pun harus ada yang stand by. Saya sudah bilang, minimal empat orang harus standby," kata Epyardi.

(jbr/jbr)