Gempa M 6,1 Maluku Tengah, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:38 WIB
Ilustrasi gempa
Foto Ilustrasi (AFP)
Maluku Tengah -

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,1 di Maluku Tengah menyebabkan naiknya permukaan air laut di sekitar wilayah itu. Pemerintah setempat telah mengimbau masyarakat mengungsi ke dataran tinggi sampai ada informasi terbaru dari BMKG.

"Itu masyarakat sudah mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Sekarang situasi sudah aman," kata Kepalda BPBD Provinsi Maluku Henry Farfar saat dihubungi detikcom, Rabu (16/6/2021).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Maluku Tengah mengenai kabar terkini soal gempa dari BMKG. Setelah gempa pertama, ada 13 kali gempa susulan tapi getaran magnitudonya sudah menurun.

"Jadi tadi ketika gempa itu kan warga berlari kan dari tempat kediaman mereka. Tadi ada informasi dari BMKG diimbau kepada masyarakat untuk menghindari daerah pesisir pantai," ucapnya.

"Imbauan berlaku sampai ada rilis terakhir dari BMKG," imbuhnya.

Sementara itu, getaran gempa juga sempat dirasakan oleh warga di Pulau Seram. "Tadi sempat terasa tapi tidak ada air yang naik di sini," kata salah seorang warga, Usman saat dikonfirmasi terpisah.

Gempa ini, kata BMKG, tidak berpotensi tsunami.

Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Gempa dengan kekuatan M 6,1 terjadi pada Rabu siang (16/6), pukul 11.43 WIB. Warga di Maluku Tengah yang merasakan guncangan hingga 5 detik berhamburan ke luar rumah.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginformasikan masyarakat merasakan guncangan kuat di Kabupaten Maluku Tengah selama 3 hingga 5 detik," tulis keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di situs resminya, Rabu (16/6/2021).

Lokasi gempa ada di koordinat 3,39 Lintang Selatan dan 129,56 Bujur Timur atau 67 km arah tenggara dari Maluku Tengah. Pusat gempa ada di kedalaman 10 km.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai dalam skala III MMI, yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, seperti ada truk melintas. Guncangan lebih lemah dirasakan di Pulau Ambon dalam skala II-III MMI, yang artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

(fiq/isa)