Pegawai KPK Lolos TWK Kini Ikut Orientasi, Firli Minta Jadi Warna Baru ASN

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:30 WIB
Orientasi pegawai KPK (Dok. KPK)
Orientasi pegawai KPK (Foto: dok. KPK)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri hari ini membuka penyelenggaraan rangkaian orientasi bagi 1.271 pegawai KPK yang sudah melakukan sumpah atau janji sebagai aparatur sipil negara (ASN). Firli meminta pegawai KPK menjadi warna baru bagi ASN di Indonesia.

"Kami berharap pegawai KPK bisa memberikan andil dan warna baru terhadap 4,2 juta ASN yang ada di Indonesia saat ini," kata Firli dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen-PAN RB Alex Denni dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto. Dalam sambutannya, Alex meyakinkan bahwa pilihan pegawai KPK untuk menjadi ASN merupakan pilihan terbaik untuk dapat berbuat banyak bagi Indonesia.

"Di masa datang masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para ASN, termasuk pegawai KPK yang baru dilantik pada 1 Juni 2021," ucap Alex.

Kegiatan orientasi ASN ini diselenggarakan KPK bekerja sama dengan LAN. Pembukaan orientasi diikuti oleh 1.271 pegawai KPK yang berlangsung secara luring dan daring.

Kegiatan luring digelar di auditorium LAN RI, yang diikuti oleh 50 pegawai perwakilan dari setiap unit kesekjenan dan kedeputian. Sedangkan 1.221 pegawai lainnya mengikuti secara daring.

Program orientasi ASN pegawai KPK akan dilaksanakan hingga Oktober 2021, yang dibagi dalam 17 batch. Metode pelaksanaannya memadukan tatap muka daring, tatap muka luring, dan e-learning.

Pelaksanaan orientasi akan dibagi menjadi tiga program. Program I untuk jabatan pelaksana dan jabatan fungsional keterampilan; program II untuk jabatan administrator, jabatan pengawas, jabatan fungsional ahli pertama, jabatan fungsional ahli muda, dan jabatan fungsional ahli madya; program III untuk jabatan pimpinan tinggi dan jabatan fungsional ahli utama.

Lebih lanjut, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan orientasi ASN ini wajib dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi pegawai. Adapun kurikulum orientasi memuat empat mata pelatihan, yakni sistem administrasi pemerintahan, sistem pembangunan nasional, arah kebijakan ASN unggul, serta sistem merit dan manajemen ASN.

"Program orientasi ini wajib dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi pegawai agar bisa melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa," ujar Ali.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, dengan beralihnya status pegawai KPK menjadi ASN, pegawai dituntut mempunyai kompetensi sebagai ASN selain kompetisi teknis pada bidang pemberantasan korupsi. Ali menjelaskan tiga fungsi dasar ASN yang harus dimiliki pegawai KPK, yakni pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

(run/imk)