Indonesia Dinobatkan Jadi Negara Terdermawan, Ini Kata BAZNAS

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:34 WIB
ilustrasi berbagi kebaikan
Foto: thinkstock
Jakarta -

Organisasi amal Charities Aid Foundation menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan. Dalam laporan World Giving Indeks (WGI) 2021 yang dirilis Senin (14/6), Indonesia mendapatkan skor indeks keseluruhan 69 persen.

Skor tersebut naik dari 59 persen pada indeks tahunan terakhir yang dikeluarkan pada 2018. Menurut laporan WGI, Indonesia menempati peringkat teratas dalam partisipasi memberikan sumbangan uang.

Predikat tersebut disambut baik oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga yang mengumpulkan zakat dari masyarakat Indonesia. Ketua BAZNAS Prof. Dr. KH. Noor Achmad menyatakan predikat tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki kepedulian tinggi.

"Terima kasih para muzaki dan donatur, amilin-amilat BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta para penggerak filantropi Indonesia. Ini kebanggaan kita semua, dunia mengakui bangsa kita memiliki budaya filantropi yang telah mengakar dan membumi. Mari semakin kita gencarkan Gerakan Cinta Zakat," ungkap Achmad dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Achmad mengulas kedermawanan dapat menolong sesama masyarakat yang berada dalam kemiskinan. Ia menerangkan kebijakan pemerintah dan kedermawanan merupakan dua hal yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat.

"Justru kedermawanan ini dapat terlihat dari kondisi masyarakat. Bisa jadi masyarakat menjadi dermawan karena banyaknya problem-problem kemiskinan. Kedermawanan ini juga yang membuat Indonesia bisa bertahan dari hal-hal seperti masalah ekonomi, sosial dan sebagainya," papar Achmad.

Ia menambahkan pengentasan kemiskinan juga perlu ditopang oleh kebijakan yang tepat dan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dengan ikut berpartisipasi, membumikan dan mengimplementasikan 'Gerakan Cinta Zakat'. Data dari WIG, urai Achmad, menunjukkan donasi berbasis keagamaan (khususnya zakat, infak dan sedekah) menjadi penggerak utama kegiatan filantropi di Indonesia di masa pandemi.

"Pencapaian ini juga ditopang langsung oleh banyak organisasi pengelola zakat di Indonesia, yakni dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Peran filantropi semakin nyata dan semakin meluas di berbagai negara," ujar Achmad.

Sementara itu, dalam laporan World Giving Index (WGI) yang dikeluarkan CAF, pada tahun 2020, dari 10 orang Indonesia 8 di antaranya mendonasikan uang mereka. Indonesia juga menjadi negara yang memiliki tingkat sukarelawan jauh lebih tinggi di atas rata-rata.

(ncm/ega)