JICT Sebut Pelaku Pungli yang Ditangkap Polisi Pegawai Outsourcing

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 15:26 WIB
Konferensi pers JICT (Ilman/detikcom)
Konferensi pers JICT (Ilman/detikcom)
Jakarta -

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menyebut 8 operator yang ditangkap polisi karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) bukan karyawan tetap. Direktur Utama PT JICT, Ade Hartono, menegaskan para pelaku merupakan karyawan outsourcing.

"Kita sudah lakukan tindakan tegas, karena ini yang terlibat ini pegawai outsourcing, kita sudah lakukan tindakan tegas dengan vendor. Kita berikan surat teguran keras untuk menindak oknum-oknum yang mencederai komitmen tinggi dari JICT untuk menjunjung tinggi IPC bersih," ujar Ade di kantor JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/6/2021).

Ade mengatakan pihaknya telah meminta 8 orang itu untuk diganti. Dia juga menyebut akan mengevaluasi vendor dari karyawan outsourcing tersebut.

"Upaya yang kami lakukan karena kontrak kita dengan vendor kita sudah lakukan teguran keras sesuai dengan kontrak vendor. Ini kita akan evaluasi ke vendor kita dan kita minta diganti karena telah ada dalam bagian kontrak kerja dengan vendor. Tujuh orang beserta koordinatornya diganti. Itu proses kita dengan vendor. Namun ini menjadi catatan kita bagi vendornya," ucapnya

Ade menerangkan pihaknya tidak bisa melakukan tindakan secara langsung kepada para pelaku. Sebab, mereka merupakan karyawan outsourcing.

"Karena bukan (karyawan tetap), outsourcing kita tidak bisa berhubungan langsung dengan pegawainya," katanya.

8 Pelaku Pungli Ditangkap

Diketahui, aparat kepolisian memberantas praktik pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang disorot oleh Presiden Joko Widodo. Puluhan orang yang terlibat pungli ditangkap polisi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Terbaru, polisi juga menangkap 8 operator di area JICT Pelabuhan Tanjung Priok. Salah satunya koordinator dari para operator tersebut.

"Tersangka atas nama Achmad Zainul Arifin (39), yang merupakan atasan para pelaku yang telah ditangkap sebelumnya," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Koordinator pungli yang ditangkap di JICT (dok Istimewa)Koordinator pungli yang ditangkap di JICT. (dok Istimewa)

Tersangka ditangkap pada Jumat (11/6) malam. Putu mengatakan tersangka merupakan pengawas/supervisor di PT Multi Tally Indonesia (MTI), perusahaan outsourcing di JICT.

Putu menjelaskan tersangka selaku pengawas PT MTI bertugas mengatur ploting-an karyawan sesuai kebutuhan PT JICT.

"Yang bersangkutan memiliki operator yang di bawah pengawasannya sejumlah 38 orang," imbuh Putu.

Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap tujuh pelaku pungli di kawasan JICT Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuh pelaku tersebut berinisial MAG (37), RD (41), AS (36), WW (24), BEP (31), RPH (50), dan B (42), bertugas meminta pungutan liar ke sopir kontainer.

Peran Koordinator Pungli

Atas kendalinya, tersangka Achmad Zainul Arifin juga memerintahkan operator RTG mendahulukan mana truk yang bisa didahulukan atau tidak.

"Yang bersangkutan bisa memerintahkan operator RTG untuk mendahulukan truk mana yang akan didahulukan atau tidak, ketika ada pemberitahuan melalui HT dari control tower jika sudah melebihi waktu bongkar muat yang ditentukan," jelasnya.

Sebagai pengawas, tersangka Achmad Zainul Arifin juga mengetahui aktivitas para operator di bawah pengawasannya yang melakukan pungli. Modus pungli adalah dengan meletakkan kantong plastik atau botol air mineral untuk menyimpan uang dari para sopir truk.

(man/isa)