Ini Alasan Pemkot Pastikan Minimarket di Bengkulu Gratis Parkir

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 13:44 WIB
Minimarket lokasi driver ojol tampari kasir berkali-kali (Raja Adil Siregar/detikcom)
Ilustrasi sejumlah sepeda motor terparkir di depan gerai minimarket. Polisi memastikan parkir di minimarket bebas biaya. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan masyarakat yang parkir di gerai minimarket tak dikenai biaya. Pemkot pun meminta semua juru parkir (jukir) menghentikan semua kegiatan berkaitan dengan pungutan liar (pungli) parkir.

Pemkot Bengkulu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu menjelaskan kebijakan ini dibuat karena seluruh gerai minimarket yang berada di wilayah Kota Bengkulu sudah menjadi wajib pajak parkir daerah.

Kepala Bapenda Hadianto mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir.

"Indomaret dan Alfamart itu sudah menjadi wajib pajak parkir daerah. Jadi, juru parkir di sana ialah ilegal dan tidak berhak memungut retribusi parkir lagi," jelas Hadianto seperti dilihat di situs Pemkot Bengkulu, Rabu (16/6/2021).

"Agar masyarakat tahu mengenai hal tersebut, kita (Bapenda) hari ini mulai mensosialisasikan kepada seluruh gerai Indomaret dan Alfamart bahwa tidak boleh lagi ada pemungutan retribusi parkir," tambahnya.

Dia mengatakan jukir yang memungut retribusi parkir secara ilegal akan ditindak.

"Ini kan ilegal, tapi kalau masih ada yang memungut retribusi parkir, kita akan menindak mereka dengan tegas bersama tim dari Polri dan Satpol PP untuk menindaknya. Jangan sampai ada oknum yang bermain disini," tegas Hadianto.

46 Jukir Ilegal Diciduk

Polisi menindak 46 jukir ilegal yang kerap menarik retribusi ilegal di dua retail besar minimarket di Bengkulu pada Senin (14/6) lalu.

Polisi memastikan seluruh gerai minimarket di Bengkulu bebas biaya parkir. Polisi akan terus memberantas praktik premanisme dan pungli yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu.

"Kepada masyarakat apabila menemukan praktik premanisme dan pungli jangan ragu untuk melapor," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno kepada wartawan, Rabu (16/6).

Penindakan dilakukan setelah banyak warga merasa resah atas keberadaan jukir ilegal. Pihak kepolisian juga telah mengimbau kepada pihak pengelola gerai minimarket untuk memasang sepanduk yang bertuliskan 'BEBAS PARKIR'.

Jukir ilegal itu lalu dikumpulkan di Aula Endra Dharma Laksana untuk diberi pembinaan oleh Kabag Ops Polres Bengkulu AKP Enggarsah Alimbaldi yang didampingi Kasat Intelkam Polres Bengkulu AKP Andy Sulaiman dan Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Yusiady.

Selain itu, para jukir ilegal membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi melakukan pungli di lokasi parkir.

(jbr/idh)