Kapolri-Kemenperin Bakal Bahas soal Bahan Kimia Kerap Dipakai Teroris

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 15:01 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Foto: dok Humas Polri
Jakarta -

Bahan kimia tertentu kerap digunakan oleh kelompok teroris seperti yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Bogor. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan membahas peredaran bahan kimia bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Yang pertama terkait pengawasan terhadap peredaran bahan-bahan kimia, terkait antisipasi ke depan, bahan-bahan kimia tertentu akan dimanfaatkan dan digunakan oleh para pelaku bom," kata Jenderal Sigit di kompleks gedung, MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Kapolri Jenderal Sigit mengatakan hingga kini Polri terus melakukan koordinasi dengan Kemenperin untuk menentukan bahan kimia yang perlu diawasi khusus. Dengan begitu, peredaran bahan kimia yang berisiko dimanfaatkan untuk bahan peledak bisa dihindarkan.

"Jadi sampai saat ini kita terus melaksanakan koordinasi dan rapat dengan Kementerian Perindustrian untuk menentukan jenis-jenis bahan kimia yang perlu pengawasan khusus, diawasi secara khusus, dan dilakukan secara khusus. Sehingga unsur-unsur bahan kimia yang akan berisiko untuk bisa digunakan menjadi alat-alat atau bahan campuran yang digunakan untuk membuat bahan peledak jenis bom ini bisa kita tegakan semaksimal mungkin," ujarnya.

Jenderal Sigit mengatakan akan diadakan rapat bersama dengan Kemenperin soal peredaran bahan kimia. Di dalam dapat itu akan ditentukan bahan kimia yang dapat diawasi secara khusus.

"Oleh karena itu, terkait perederannya baik dari hulu sampai dengan industri-industrinya di hilir, semuanya akan diputuskan di dalam rapat kami dengan kementerian terkait," imbuhnya.

Densus 88 Antiteror Polri sebelumnya menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berinisial KDW (30) di Bogor, Jawa Barat, kemarin. Polri mengungkap KDW berperan sebagai penyedia bahan baku untuk bom.

"Densus telah mengamankan satu tersangka pelaku teror di Indonesia. Diamankan di Bogor, Jawa Barat, atas nama KDW berumur 30 tahun. Ini termasuk di dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (15/6).

"Peran tersangka KDW ini yang mempersiapkan bahan-bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuat bom," sambungnya.

(rfs/maa)