Arteria Saran Kapolri: Kasus Mobil Tabrak Sepeda di HI Restorative Justice

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 12:14 WIB
Kapolri Jenderal Sigit rapat perdana bersama Komisi III DPR RI
Kapolri Jenderal Sigit rapat bersama Komisi III DPR RI (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, membahas secara khusus terkait restorative justice (RJ) dalam rapat dengar pendapat bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Arteria meminta agar kasus kecil, salah satunya pengemudi Mercedes berinisial MDA (19) menabrak pesepeda di bundaran HI diselesaikan secara restorative justice.

Awalnya Arteria mengungkap ada 1.864 kasus yang diselesaikan oleh Polri secara restorative justice. Dia menyebut capaian itu membuktikan janji Kapolri Jenderal Sigit untuk mengedepankan restorative justice.

"Mengenai restorative justice, Pak Kapolri tidak hanya jargon dan ngomong belaka, 1.864 kasus selesai melalui RJ," kata Arteria saat rapat Komisi III DPR RI, di Kompleks DPR/MPR, Rabu (16/6/2021).

Arteria lalu meminta Jenderal Sigit beserta jajaran memperluas penyelesaian kasus dengan restorative justice. Dia meminta agar polres-polres yang sudah tidak mengurus penyidikan agar dibebani melakukan restorative justice.

"Permohonan kami, kami ingin Bapak diberi tugas tambahan, perluasan RJ, Pak, bagaimana tindakan-tindakan maladministrasi, bagaimana polres-polres yang sudah hilang penyidikannya dibebankan untuk melakukan RJ di wilayah yang bersangkutan, Pak," ujarnya.

Lebih lanjut, Arteria meminta Kapolri juga mempertimbangkan untuk menyelesaikan kasus yang menimpa para kepala desa dengan restorative justice. Selain itu, dia menekankan agar kasus-kasus kecil lainnya, seperti pemobil menabrak pesepeda, diselesaikan secara restorative justice.

"Berikutnya mengenai temen-temen kepala desa kalau bisa, Pak, kalau ada salah di RJ-kan dulu baru dinaikkan ke pidana, begitu juga kasus-kasus kecil ada pengemudi mobil tabrak sepeda di bundaran HI kalau bisa juga nanti di-RJ-kan lah itu," ujarnya.

Arteria meminta agar pengemudi Mercy, MDA, yang masih berusia 19 tahun, tidak ditahan oleh pihak kepolisian. "Jangan sampai ditahan anak 19 tahun, Pak," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Polisi Periksa Penumpang Mercy soal Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2