Round-Up

Potret Nyata Lonjakan Corona dari Lesehan Antre Masuk Wisma Atlet

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 22:49 WIB
Antrean pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet
Antrean pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet. (Foto: Dimas Adhitya Dwidaswara)

Dimas kemudian diminta menunggu di Tower 4. Di sana, dia bertemu pasien COVID-19 lainnya yang mengaku sudah menunggu sejak pukul 12.00 WIB, tapi belum juga mendapatkan kamar isolasi.

Dimas mengatakan dia baru mendapat gelang pasien saat lewat tengah malam. Kurang-lebih 4,5 jam waktu yang dia habiskan untuk mendapat gelang penanda pasien isolasi.

"Untuk dapat gelang aja tengah malam itu. Setelah dapat gelang harus cek-cek (kesehatan) dulu kan. Setelah itu pembagian kamar," ucap dia.

Satu jam antre kamar di Tower 4 RSDC Wisma Atlet, Dimas harus menerima kenyataan kamar di tower itu juga tak bisa lagi menampung pasien baru. Alhasil Dimas antre di Tower 5 dan 6.

"Jalan itu kita ramai-ramai, sudah pada loyo semua kan. Sampai di Tower 6, nunggu lagi, lama lagi. Habis itu nggak bisa masuk juga karena penuh," ujar Dimas.

Untuk pembagian kamar, Dimas menerangkan, petugas mengelompokkan pasien klaster keluarga dengan pasien yang seorang diri. Dimas akhirnya diminta menuju Tower 7.

Berdasarkan pengamatan Dimas, penuhnya RSDC Wisma Atlet karena banyaknya pasien klaster keluarga. "Kebanyakan klaster keluarga, jadi berbondong-bondong, bertujuh, berdelapan. Yang kaya saya, sendiri-sendiri ini dikit banget," ungkap Dimas.

Dimas melihat jumlah pasien positif Corona yang datang ke Wisma Atlet kemarin lebih banyak daripada jumlah nakes yang bertugas. "Soalnya beberapa menit saja ambulans datang lagi, datang lagi (membawa pasien, red). Sudah capek parah nakesnya pasti," tutup Dimas.


(idn/idn)