Sopir Truk yang Curhat ke Jokowi Beberkan Alur Pungli di Pelabuhan Priok

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 22:39 WIB
Jakarta -

Polisi kini gencar menindak pelaku pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Tanjung Priok usai adanya keluhan sopir truk kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu sopir truk yang melaporkan pungli kepada Presiden Jokowi adalah Agung Bangkit.

Agung mengaku praktik pungli di beberapa titik di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang diduga dilakukan oleh petugas operator di dalam pelabuhan. Agung menyebut pungli itu mulai ada ketika truk masuk ke dalam area bongkar muat, padahal seluruh sistem di dalam pelabuhan sudah menggunakan cara modern, sehingga tidak memakai tenaga manusia lagi. Tapi Agung mengatakan masih ada saja oknum petugas yang meminta uang pungli.

"Misal terminal A dia pasti akan melewati namanya gate masuknya itu dengan barcode yang harus di-entry dengan sistem yang saya tidak tahu. Jadi berbagai macam metode sudah dilakukan untuk mengupayakan bagaimana kelancaran di pelabuhan, tapi saya tidak tahu kenapa sampai saat ini masih ada kemacetan, pungli dan persoalan lain," kata Agung dalam acara d'Rooftalk yang disiarkan detikcom, Selasa (15/6/2021).

"Nah di pos itu ketika sopir masuk dia akan melakukan gate in namanya. Dan akan ada pemberitahuan kalau dia akan memasuki kawasan pelabuhan. Nah di situ ada petugas bayarnya kecil sih paling dua ribu (rupiah). Setelah di menge-tap di mesinnya muncul lokasi alamat yang akan diambil barangnya, itu lokasi alamatnya di blok apa misalnya di slot apa," lanjut Agung.

Saat memasuki area bongkar-muat untuk mengambil barang ini, Agung bercerita dirinya pernah tidak membayar, tapi dia tidak bisa masuk karena dia tidak berhasil tap in. Kemudian dia diarahkan ke suatu ruangan. Dalam ruangan itu, Agung mendapat informasi bahwa gate-nya eror.

Akhirnya mau tidak mau Agung pun membayar demi kelancaran operasionalnya masuk ke area bongkar-muat untuk mengambil barang.

"Pengalaman saya pernah saya alami, waktu itu saya pernah nggak ngasih, begitu saya nggak ngasih itu tap saya nggak bisa keluar. Karena nggak bisa keluar akhirnya saya diminta untuk masuk ke dalam suatu ruang dan melaporkan katanya eror dan segala macem. Itu pernah. Di situ cukup memakan waktu. Kalau kita mau lancar ya harusnya ngasih," ujarnya.

Simak cerita selengkapnya di halaman berikut