Corona Varian India Jadi Wanti-wanti Jokowi ke Anies

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:50 WIB
Presiden Jokowi bersama Anies Baswedan
Presiden Jokowi bersama Anies Baswedan saat meninjau stasiun MRT beberapa waktu lalu. (Andika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajaran forkopimda lainnya ke Istana, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Jokowi mewanti-wanti Anies dkk terkait mutasi virus Corona dari India atau varian Delta.

Arahan Jokowi itu diungkap Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, yang juga ikut dipanggil ke Istana. Prasetio mengatakan pemanggilan Forkopimda DKI Jakarta itu dilakukan karena melonjaknya kasus COVID-19 di Jakarta.

"Hari ini kami dipanggil forkopimda terdiri dari gubernur, ketua DPRD, Pangdam Jaya, Kapolda, beserta para wali kota, beserta para kapolres diarahkan oleh Bapak Presiden. Bahwasanya peningkatan COVID di Jakarta itu sangat meningkat signifikan," kata Prasetio di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Jokowi, kata Prasetio, meminta Pemprov DKI Jakarta menekan laju penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta. Apalagi, saat ini virus Corona varian Delta sudah merebak di Jakarta.

"Dan beliau meminta kepada pemda, khususnya DKI Jakarta, karena sudah masuknya virus dari India, ya jadi Pak Presiden meminta kepada kita sebagai perangkat pemerintah daerah untuk menekan bagaimana cara-cara seperti vaksin yang sebelumnya," kata Prasetio.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengungkapkan tiga varian Corona baru yang ditemukan di wilayah Jakarta. Tiga varian tersebut adalah Alpha, yang ditemukan pertama kali di Inggris; Beta di Afrika Selatan; dan terakhir, varian Delta di India.

"Ada tiga varian yang ditemukan di Jakarta, (yaitu) Alpha, Beta, dan Delta," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti kepada wartawan di Kantor Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021).

Diketahui 19 kasus varian baru COVID-19 telah masuk ke Ibu Kota. Sebagian besar dari mereka yang terpapar virus tersebut adalah pekerja migran.

Lima dari 19 orang yang terpapar varian baru saat ini sudah sembuh. Sedangkan keempat belas orang yang belum dinyatakan sembuh kini masih menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

"Itu kan dikarantina di Wisma Atlet di Pademangan yang melakukan karantina dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," jelas Widyastuti.

(mae/fjp)