Pemerintah Jelaskan Persentase Efektivitas Vaksin Hadapi Corona Delta

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:37 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19
Vaksin COVID-19 (Foto: dok Kaspersky)
Jakarta -

Mutasi virus Corona dari India atau varian Delta sudah ditemukan di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Kudus, hingga Bangkalan, Madura. Apakah vaksin COVID-19 saat ini ampuh menghadapinya?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan pada prinsipnya virus akan terus bermutasi. Namun, menurutnya, vaksin COVID-19 saat ini masih efektif menghadapi virus Corona varian delta atau varian B1617.2.

"Pada prinsipnya setiap virus pasti akan mengalami mutasi karena dalam rangka untuk survival-nya dan proses mutasinya ini bisa berlangsung terus-menerus apabila potensi untuk menularnya tersedia atau penularannya tetap terjadi," kata Wiku dalam keterangan pers virtual, Selasa (15/6/2021).

"Apakah vaksin yang ada di sini memiliki efektivitas yang masih tinggi atau tidak, tentunya secara keseluruhan sekarang masih memiliki. Karena efektivitas di atas 50% masih terpenuhi," sambungnya.

Kendati demikian, menurut Wiku, penelitian lebih lanjut harus selalu dilakukan agar vaksin yang digunakan efektif menghadapi virus Corona varian Delta.

"Tentunya penelitian lebih lanjut harus selalu dilakukan di monitor agar betul-betul vaksin yang digunakan memang vaksin yang efektif secara keseluruhan. Semua akan pasti melihat kondisi ini dan memastikan bahwa vaksinasi yang dilakukan betul-betul bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity dari masyarakat yang divaksin," tutur Wiku.

Seperti diketahui, varian baru Corona saat ini sudah menyebar di Indonesia. Setidaknya ada 145 kasus COVID-19 yang terpapar varian baru Corona. Varian Alpha sebanyak 36 kasus, varian Beta sebanyak 5 kasus, dan varian Delta paling tinggi, yaitu 104 kasus.

Berikut ini sebarannya:

Kepulauan Riau: 1 kasus

Varian Corona Alpha: 1 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: -

Tersebar di Batam

Sumatera Utara: 2 kasus

Varian Corona Alpha: 2 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: -

Tersebar di:

Medan
Tanjung Balai

Sumatera Selatan: 4 kasus

Varian Corona Alpha: 1 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: 3 kasus

Tersebar di:

Palembang
Prabumulih dan Penukai Abab Lematang Ilir

Riau: 1 kasus

Dumai (varian Alpha)

DKI Jakarta: 48 kasus

Varian Corona Alpha: 24 kasus
Varian Corona Beta: 4 kasus
Varian Corona Delta: 20 kasus

Jawa Tengah: 76 kasus

Varian Corona Alpha: 1 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: 75 kasus

Tersebar di:
Brebes
Cilacap
Kudus

Jawa Barat: 2 kasus

Varian Corona Alpha: 2 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: -

Tersebar di Karawang

Jawa Timur: 3 kasus

Varian Corona Alpha: 2 kasus
Varian Corona Beta: 1 kasus
Varian Corona Delta: -

Tersebar di Surabaya

Bali: 1 kasus

Varian Corona Alpha: 1 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: -

Tersebar di Denpasar

Kalimantan Tengah: 3 kasus

Varian Corona Alpha: -
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: 3 kasus

Tersebar di:
Gunung Mas
Palangka Raya

Kalimantan Selatan: 1 kasus

Varian Corona Alpha: 1 kasus
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: -

Tersebar di Tapin

Kalimantan Timur: 3 kasus

Varian Corona Alpha: -
Varian Corona Beta: -
Varian Corona Delta: 3 kasus

Tersebar di Samarinda

Simak Video: Tangkal Varian Delta, Vaksin AstraZeneca-Pfizer Disebut Efektif 90 Persen

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)