Gebrakan Menkes 'Bukan Dokter' yang Dipuji Habis Luhut

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:24 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

7. Gaungkan Flattening The Curve Saat Corona Tembus 1 Juta

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti kasus positif COVID-19 di Indonesia yang menembus angka 1 juta atau tepatnya 1.012.350. Budi pun menekankan agar pengendalian laju penularan virus ini harus lebih maksimal.

"Kita harus mengurangi laju penularan dari virusnya, istilah kerennya yang pasti Bapak-Ibu sudah lihat di video-video yang beredar. Kita harus flatten the curve, kita harus mengurangi laju pengurangan virusnya, sehingga fasilitas kesehatan yang kita miliki tidak terlalu berat bebannya, sehingga kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk merespons virus ini," kata Budi dalam siaran langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/1/2021).

8. Tracing Swab Antigen

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan strategi tracing dan testing yang dilakukan di Indonesia ke depan akan mengadopsi strategi India. Budi menyebut strategi tracing dan testing India ini akan memperlihatkan kenaikan kasus Corona.

Budi Gunadi menyampaikan bahwa akan menggencarkan swab antigen untuk testing dan tracing kasus Corona kepada orang yang kontak erat dengan pasien Corona. Menurutnya, swab antigen ini lebih cepat mendeteksi laju penularan Corona.

"Begitu ada kontak erat kita kasih target mereka (tracer) bisa nggak 15-30 orang dalam 2 minggu sebelumnya dia teridentifikasi dalam 72 jam di-trace. Begitu sudah dapat orang-orang ini harus segera dites. Tesnya harus dengan tes antigen supaya cepat. Itu akan kita distribusikan ke puskesmas. Kalau dia positif oleh swab antigen langsung masuk kasus positif," kata Budi Gunadi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen DPR/MPR, Selasa (9/2/2021).

"Swab antigen ini bagusnya cepat dan bisa langsung di titiknya, karena kita butuh kecepatan di sini mengejar agar bisa kurangi laju penularannya. Kalau dia positif oleh swab antigen kontak erat ini langsung masuk kasus positif," sambungnya.

9. Vaksinasi Gotong Royong

Pemerintah resmi menetapkan harga pembelian vaksin COVID-19 untuk layanan vaksinasi gotong royong. Harga pembelian vaksin itu ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis.

Penetapan harga itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin COVID-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

"Harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 (tiga ratus dua puluh satu ribu enam ratus enam puluh rupiah) per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 (seratus tujuh belas ribu sembilan ratus sepuluh rupiah) per dosis," demikian isi Keputusan menteri, seperti dilihat, Minggu (16/5/2021).

10. Langkah Tangani Lonjakan Kudus dan Bangkalan

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah melakukan segala upaya untuk meredam penularan virus Corona di Kabupaten Kudus dan di Kabupaten Bangkalan. Salah satunya mengirimkan 50 ribu vaksin masing-masing ke Kudus dan ke Bangkalan.

"Untuk vaksinasi, khusus daerah Kudus kita sudah drop 50 ribu vaksin untuk daerah Kudus supaya bisa segera disuntikkan, di Bangkalan kita akan drop segera 50 ribu supaya bisa mengurangi resiko penularan," ujar Budi Gunadi, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Setpres, Senin (7/6/2021).


(knv/fjp)