Tentang Varian Delta yang Bikin Kasus Corona di DKI hingga Kudus Melonjak

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 06:20 WIB
Jakarta -

Virus Corona varian delta menjadi sorotan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin lantaran ditemukan di DKI Jakarta, Bangkalan, dan Kudus. Sebetulnya apa itu Corona varian delta?

Corona varian delta ini pertama kali ditemukan di India. Varian baru Corona itu lalu diteliti oleh ahli epidemiologi asal Inggris dan diberi nama varian B1617.2. Varian delta ini disebut 60 persen lebih mudah menular dibandingkan varian Alpha atau B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris.


Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Budi Gunadi yang menyebutkan ledakan COVID-19 di Kudus dipengaruhi oleh varian Corona India B1617.2 atau varian delta. Menurut Budi, penularan varian baru tersebut disebabkan oleh banyaknya pekerja migran Indonesia yang pulang dan juga aktivitas di kawasan pelabuhan laut.

"Penyebabnya karena kemarin pada saat liburan, rakyat kita mungkin sebagian besar sudah euforia karena sudah mulai vaksinasi. Yang kedua juga masuknya strain baru yang penularannya cepat sekali, sehingga kita mulai melihat ada kenaikan (kasus) yang signifikan di beberapa daerah, khususnya Jawa Tengah," ujar Budi.

"Dan memang sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru yang kita amati masuknya banyak dari pekerja migran di Indonesia, juga ada banyaknya melalui pelabuhan-pelabuhan laut. Pelabuhan udara biasanya sudah kita jaga dengan baik," lanjutnya.


Gejala Corona Varian Delta

Dokter menyebut belum ada kepastian soal gejala infeksi varian Delta. Meski belum banyak penjelasan terkait varian ini, para dokter mencatat gejala pasien varian Delta mencakup:

- Demam

- Sesak napas

- Kelelahan

- Nyeri otot atau tubuh

- Sakit kepala

- Kehilangan rasa atau bau (anosmia)

- Sakit tenggorokan

- Hidung tersumbat atau pilek

- Mual atau muntah

- Diare