Komisi VIII Desak Ustaz Gay Paksa Siswa Oral Sex Diberhentikan Sekolah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 10:18 WIB
Polisi tangkap ustaz diduga gay di Sumbar (Jeka-detikcom)
Foto: Polisi tangkap ustaz diduga gay di Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)
Bukittinggi -

Seorang guru SMP Islam Terpadu yang kerap dipanggil Ustaz Syukron (33) di Sumatera Barat (Sumbar), memaksa siswanya oral sex hingga onani. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mendesak Ustaz Syukron diberhentikan dari sekolah.

"Saya kira orang seperti itu tak layak dipanggil ustaz. Seharusnya ustaz itu menjaga akhlak dan keteladanan kepada anak didiknya. Bukan melakukan tindakan yang justru bertentangan dengan nilai-nilai agama dan hukum," kata Ace kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Ustaz Syukron kini telah ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut Ace, pria yang tak pantas dipanggil ustaz itu dijerat pasal berlapis.

Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)Foto: Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

"Saya kira pihak penegak hukum harus menindak yang bersangkutan. Selain dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak, juga perbuatan pencabulan," ujarnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengutuk perbuatan Ustaz Syukron. Ace mendesak agar ada langkah yang memberikan efek jera kepada pria tersebut.

"Ustaz gay seperti ini harus diberhentikan dari sekolah agar tidak mengajarkan perilaku dan tindakan yang sangat tercela. Berikan hukuman yang setimpal agar berefek jera," imbuhnya.

Ustaz Syukron Beri Pemahaman Salah

Diketahui, pelaku bernama Ustaz Syukron melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadap muridnya. Syukron memberi pemahaman salah terhadap korban yang berusia 14 tahun. Dia mengatakan melakukan onani dan oral sex bisa meningkatkan kepercayaan diri.

"Tersangka mengatakan kepada korbannya bahwa melakukan (onani) itu bisa meningkatkan percaya diri," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Ferly P Marasin, Senin (14/6).

Tindakan Bejat Ustaz Gay

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin. Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video tak senonoh tersebut.

Namun korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah di Padang Panjang. Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral sex.

Simak juga 'Miris, Guru Ngaji di Sidoarjo Sodomi Puluhan Santri':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/isa)