Round-Up

Spekulasi Penyebab Meninggalnya Wabup Sangihe Dijawab Hasil Autopsi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 08:15 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Helmut Hontong
Helmut Hontong (Dok. Pemkab Sangihe)
Manado -

Meninggalnya Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, dinilai janggal. Autopsi terhadap jenazah Helmud telah dilakukan.

Helmud meninggal di pesawat dalam penerbangan Denpasar menuju Makassar. Saat itu disebutkan bahwa darah keluar dari hidung dan mulut Helmud.

Hasil autopsi, Helmud diduga meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang sudah lama diderita. Polisi menyebut tak ada racun yang ditemukan di tubuh Helmud.

"Sudah dilakukan autopsi dan penyebab kematian (Wakil Bupati Sangihe) diduga karena komplikasi penyakit menahun yang diderita. Pada saat pemeriksaan tidak ditemukan adanya racun," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (14/6/2021).

Autopsi jenazah Helmud dilakukan di ruang pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Liung Kendage Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulut, pada pukul 05.30 Wita tadi. Autopsi selesai sekitar pukul 07.10 Wita.

Dia mengatakan tim forensik tidak menemukan dugaan Helmud meninggal akibat diracun.

"Kurang-lebih dua jam melakukan autopsi, Tim Forensik Polda Sulut menyatakan hasil sementara dari penyebab meninggalnya pejabat ini bukan disebabkan oleh racun," jelasnya.

Selain autopsi, polisi mengambil sampel organ Helmud untuk diperiksa di laboratorium forensik. Pemeriksaan akan berlangsung sekitar 2 minggu.

"Tim forensik tetap mengambil beberapa sampel organ tubuh dari almarhum untuk diperiksa di lab forensik dan masih menunggu hasil dari labfor terhadap organ tubuh yang diperiksa kurang-lebih 2 minggu," kata dia.

Polisi Periksa Ajudan dan Interaksi Helmud

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan Polda Sulut akan memeriksa ajudan Wabup Sangihe Helmud Hontong. Polisi juga akan memeriksa orang-orang yang berinteraksi dengan Helmud saat di Bali hingga akhirnya meninggal dunia.

"Pemeriksaan saksi ajudan almarhum dan komunikasi dengan siapa saja saat di Bali sampai dengan ditemukan meninggal dunia," ujar Komjen Agus saat dihubungi, Senin (14/6).

Agus mengatakan polisi masih memeriksa sampel organ tubuh Helmud untuk mengambil kesimpulan lebih lanjut. Polisi mendapat keterangan dari pihak keluarga bahwa Helmud memiliki riwayat sakit jantung dan darah tinggi.

Selain itu, Agus menyampaikan, pihaknya mengambil cairan lambung dari almarhum untuk diteliti di laboratorium forensik (labfor).

Warga memadati Pelabuhan Nusantara Tahuna, Sulut, untuk menyambut kedatangan jenazah Wabup Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong (dok Istimewa)Warga memadati Pelabuhan Nusantara Tahuna, Sulut, untuk menyambut kedatangan jenazah Wabup Kepulauan Sangihe Helmud Hontong (Dok. Istimewa)

"Pastilah (ambil sampel). Untuk diautopsi. Cairan lambung," kata Agus.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan pemeriksaan sampel organ tubuh akan disampaikan ketika rampung.

"Dokter hanya menyampaikan hasil sementara supaya tidak berkembang opini non-ahli. Namun kesimpulan dari hasil autopsi menunggu hasil pemeriksaan sampel organ internis dari labfor kurang-lebih 2 minggu," kata Andi saat dihubungi terpisah.

Kematian Wabup Sangihe disebut janggal. Simak di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Ramainya Warga Sambut Jenazah Wabup Sangihe Helmut':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2