Anggota DPRD DKI Usul Pembatasan Ketat Kegiatan Warga Demi Tekan Corona

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 07:45 WIB
Ilustrasi sanksi penolak vaksin
Foto: Ilustrasi paseien Corona (Luthfy Syahban/detikcom).
Jakarta -

Lonjakan kasus aktif virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta dinilai sudah genting. Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Johnny Simanjuntak meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat pengawasan.

"Sekarang perlu dipertegas, diperketat (pembatasan), semacam warning kepada masyarakat, 2 minggu deh, usul saya seperti itu," ucap Johnny saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

Johnny menyebut pemerintah saat ini terlalu memberikan ruang untuk pelanggaran protokol kesehatan. Sehingga, kasus aktif virus corona di DKI Jakarta naik.

"Kita terlalu permisif, terlalu memberikan toleransi kepada kerumunan ketika kasus menurun. Padahal, sebenarnya sudah ada pengalaman mengajarkan itu, di bulan Februari puncak (kasus aktif) sampai 26 ribu," ujar Johnny.

Seharusnya Pemprov DKI Jakarta tidak kendor mengawasi masyarakat. Sehingga, tidak terjadi lagi lonjakan kasus aktif.

"Pengawasan tidak gas terus. Saat kasus turun langsung lembek, cenderung membiarkan. Ini kan harusnya terus digas," ucapnya.

Bagi Johnny, kondisi ini adalah efek dari kondisi beberapa waktu lalu saat terjadi beberapa kerumunan. Khususnya, saat masa lebaran Idul Fitri 2021.

"Kemarin, ketika Lebaran bagaimana? Ada pelaksanaan salat Id di gang-gang, bagaimana pengawasannya, kemudian ada warga DKI, mereka mudik, kemudian secara diam-diam kerumunan, silaturahmi, dan sebagainya. Itu adalah salah satu yang memberikan sumbangsihnya, sekarang lah puncaknya," katanya.

Sebelumnya, Anies bersama Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya melakukan apel pada Minggu (13/6) malam untuk melakukan antisipasi lonjakan Corona di Jakarta. Anies mengatakan lonjakan kali ini sangat tinggi.

"Dalam 1 minggu terakhir, kasus aktif di Jakarta tanggal 6 Juni 11.500 dan hari ini menjadi 17.400," kata Anies di lapangan Blok S, Minggu (14/6) malam.

"Dalam waktu 1 minggu mengalami pertambahan 50%, postivity rate juga meningkat, yang minggu lalu 9%, hari ini 17%," sambung Anies.

Dalam empat hari terakhir, Anies menuturkan kasus tambahan harian Corona di DKI mencapai 2 ribuan. Kemarin, kasus tambahan COVID di DKI berjumlah 2.700 pasien.

Anies juga menyinggung okupansi tempat tidur di rumah sakit yang mengalami kenaikan signifikan. Pada pekan lalu, lanjut Anies, keterisian tempat tidur di rumah sakit berada di angka 45 persen. Namun per kemarin naik menjadi 75 persen. Dia mengingatkan agar seluruh pihak mengikuti aturan PPKM Mikro.

"Jika tidak Jakarta akan memasuki fase genting, jika fase itu masuk, kita akan melakukan pengetatan ekstra," kata Anies.

Simak video 'Pangdam-Kapolda Metro Temui Anies di Balai Kota, Bahas soal Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/lir)