Palak Pengendara saat Melintas, 9 Preman di Makassar Diringkus Polisi

Reinhard Soplantila - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 01:39 WIB
Makassar -

Unit Jatanras Polrestabes Makassar menjaring sembilan orang preman yang berkedok sebagai pak ogah dan pengamen di kota Makassar, Sulsel. Para pelaku diketahui kerap melakukan pemalakan terhadap pengendara yang melintas dengan meminta uang hingga hampir Rp 10 ribu.

Pihak kepolisian menangkap sebanyak sembilan orang saat operasi razia penyakit masyarakat memberantas aksi premanisme di sekitar Jalan Hertasning hingga Sultan Alauddin, Makassar. Mereka yang ditangkap yakni seorang pengamen dan 8 pak ogah.

"Kami dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar melakukan giat melakukan operasi premanisme dalam wilayah hukum kota Makassar dengan sasaran pak ogah, tukang palak yang selama ini meresahkan masyarakat. Adapun sasaran kami di jalan Hertasning dan Sultan Allaudin Makassar, pada saat kami lakukan kegiatan ini kami temukan sekelompok anak muda yang melakukan aksi pemalakan terhadap pengendara bermotor yang melintas mereka meminta lima ribu sampai sepuluh ribu ke pengendara jalan," kata Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Iqbal Usman, pada Senin (14/6/2021).

Iqbal menyebut pihaknya sempat kesulitan untuk menjaring para pelaku lantaran medapatkan perlawanan dengan berusaha kabur. Tarik menarik dengan anggota pun tak terelakan karena para pelaku tidak ingin diamankan.

"Kemudian di jalan Sultan Alauddin, kami juga amankan seorang laki laki yang selama ini meresahkan masyarakat anak-anak punk (pengamen)," sebut Iqbal.

Selain itu, Iqbal menyebut para preman yang berkedok sebagai pak ogah tersebut juga kerap membuka portal jalanan yang sudah dipasang oleh pemerintah. Namun demikian, kata dia, mereka tetap mebukanya dengan meminta biaya kepada pengendara yang melintas.

"Kegiatan ini diamankan beberapa pemuda dimana sebelumnya di TKP itu terdapat portal, namun kelompok ini membuka portal itu tanpa izin dari pemerintah setempat dan memungut bayaran dari kendaraan yang ingin melintas," jelas Iqbal.

(maa/maa)