PDIP Kritik Anies Malah Panen Padi di Sumedang Saat Corona DKI Melonjak

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 16:15 WIB
Gembong Warsono
Gembong Warsono. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

PDIP mengkritik keras Gubernur DKI Anies Baswedan saat kasus Corona DKI sedang melonjak. PDIP menyayangkan Anies malah panen padi di Sumedang saat DKI darurat COVID.

"Masyarakat juga mengamati, masyarakat Jakarta kan masyarakat cerdas kan. Mosok pas Jakarta sedang darurat Covid, Anies Panen Padi di sumedang, apa urusannya?" ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Gembong mempertanyakan keseriusan DKI meredam COVID-19. Dia menilai Anies tidak fokus.

"Persoalannya adalah fokus atau tidak kita menangani itu. Lah bagaimana wong saat DKI Jakarta kasus covid-19 melonjak, Gubernurnya asik main kemana-mana! Ini kan satu soal bahwa menangani persoalan Jakarta tidak begitu fokus, persoalan ada di situ," katanya.

Gembong menyebut seharusnya Anies bisa fokus dalam situasi darurat. Gembong mengkritik Anies yang justru pergi ke sana-sini.

"Panglima itu nggak boleh meninggalkan markas saat situasi darurat! Prinsip dasar gitu," tegasnya.

"Dia kok asik di tempat lain, rasanya nggak elok di saat seperti ini. Dia punya target ke depan kita hargai itu hak politik, tapi fokus menangani Jakarta menjadi hal yang harus dilakukan Gubernur karena dia sudah mendapatkan mandat dari warga Jakarta!" sambungnya.

Sebelumnya Anies dalam kunjungannya di Sumedang yakni untuk menjalin kerja sama di sektor pangan. Anies mengatakan dengan terpenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dapat membuat harga menjadi lebih stabil dan terjaga.

"Kerjasama antar wilayah yang dimulai hari ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Jakarta. Bila pasokannya aman maka harga stabil dan bisa lebih rendah," jelas Anies, Jumat (11/6/2021).

"Ini akan membuat ibu rumah tangga merasa tenang karena pasokan kebutuhan pokok aman dan stabil, itulah tujuan utama kenapa Pemprov DKI Jakarta menjangkau berbagai wilayah untuk memastikan pasokan pangan aman," sambungnya.

Anies juga mengungkapkan program penyerapan hasil panen petani di daerah merupakan bentuk apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap petani yang telah berjasa mensuplai kebutuhan pangan di Indonesia khususnya Jakarta.

"Ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani karena harga gabah yang dibeli menjadi lebih tinggi dan petani bisa merasakan jasa besarnya dalam mensuplai kebutuhan pangan di Indonesia. Ini sebagai bentuk apresiasi, kami warga di kota memiliki hutang budi kepada petani dan dengan program ini kami membalas budi," ujarnya.

Simak video 'Instruksi Jokowi ke Anies: Pekan Depan Vaksinasi 100 Ribu Orang/Hari':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)