Data Menggelitik Peta Capres 2024

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 12:32 WIB
Ilustrasi Pemungutan Suara di bilik suara pada pemilu 2014
Ilustrasi pilpres (Foto: dok. detikcom).
Jakarta -

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei pemetaan elektabilitas capres 2024. Seperti apa hasil lengkapnya?

"Dua tahun setelah pemilihan umum 2019 tidak terjadi perubahan besar dukungan pemilih pada partai," demikian kesimpulan survei SMRC seperti dikutip detikcom, Senin (14/6/2021).

Survei digelar pada 21-28 Mei 2021 dengan melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error penelitian adalah ± 3,05% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dari data seputar elektabilitas parpol. PDI Perjuangan masih didukung dengan suara terbanyak (25,9%). Angka ini relatif stabil dalam
dua tahun terakhir. Sementara Gerinda dan Golkar di urutan kedua bersaing ketat.

"PKB, Demokrat, dan PKS, relatif stabil. Nasdem lebih fluktuatif. PAN dan PPP menunjukkan gejala menurun," demikian kesimpulan survei SMRC.

Data menarik terlihat dalam survei elektabilitas capres 2024. Dalam simulasi pertanyaan semi terbuka untuk pemilihan presiden, elektabilitas Prabowo paling tinggi (21,5%) tapi tidak banyak berubah secara signifikan dalam 7 tahun terakhir.

"Pasca pilpres 2019, pada survei Maret 2020- Mei 2021, yang mengalami kemajuan signifikan hanya Ganjar Pranowo, dari 6,9% menjadi 12,6%. Yang lainnya tidak berubah signifikan," demikian survei SMRC.

Terungkap bahwa banyak faktor mengapa orang memilih seorang calon menjadi presiden. Faktor yang sangat penting adalah psikologi antara tahu capres, suka atau tidak suka dan apakah pada akhirnya memilih capres tersebut atau tidak.

"Tahu saja tidak cukup. Tahu kalau tidak suka tidak akan berujung ke memilih. Karena itu "suka" adalah indikasi lebih mendalam untuk menjelaskan mengapa orang memilih seorang calon," demikian kesimpulan SMRC.

Dari nama-nama capres 2024 yang beredar, ternyata yang paling disukai adalah sejumlah nama dengan tingkat kedisukaan yang berbeda tidak signifikan yaitu Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, dan Tri Rismaharini.

"Prabowo dan Anies lebih dikenal tapi tingkat kedisukaannya lebih rendah," demikian survei SMRC.

Dalam Pilpres 2024 diprediksi hampir semua pemilih akan tahu semua calon. Lantas dalam situasi pemilih tahu semua calon siapa capres yang akan dipilih?

"Dalam simulasi 3 calon urutan atas, Anies, Ganjar, dan Prabowo, yang ketiganya sama-sama diketahui pemilih, Ganjar dipilih 43,3%, Prabowo 24,4%, dan Anies 21,7%. Bila Ganjar tidak dicalonkan, maka persaingan ketat akan terjadi antara Prabowo dan Anies. Perbedaan elektabilitas mereka tidak signifikan," demikian hasil survei SMRC.

"Bila Ganjar dicalonkan partai lain tanpa dukungan pemilih PDIP, dan bersaing dengan Prabowo dan Anies: Ganjar didukung 35,3%, Prabowo 30,8%, dan Anies 25,5%," demikian lanjutannya.

"Mengapa Ganjar masih kompetitif tanpa pemilih PDIP? "Ganjar dapat menarik pemilih dari partai lain terutama PKB, Demokrat, partai nonparlemen, pemilih yang belum memilih partai, dan menarik cukup besar dari Golkar dan Nasdem. Ganjar masih unggul tanpa PDIP karena mampu menarik pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi di luar PDIP yang jumlahnya sangat besar," demikian jawaban survei SMRC.

Simak video 'Survei Capres SMRC: Prabowo Teratas, Anies-Ganjar Bersaing Ketat':

[Gambas:Video 20detik]



(van/gbr)