FKUB Bogor Cerita Awal Mula Beri Rekomendasi Relokasi GKI Yasmin

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 22:14 WIB
Pemkot Bogor hibahkan tanah untuk pembangunan rumah ibadah GKI Yasmin.
Konpers soal GKI Yasmin (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor mengungkap cerita di balik solusi penyelesaian sengkarut 15 tahun GKI Yasmin. FKUB Kota Bogor memberikan rekomendasi kepada Pemkot Bogor bahwa GKI Yasmin dibangun di Kelurahan Cilendek.

"Kami telah menyampaikan rekomendasi kepada Walkot Bogor bahwa solusi terhadap pembangunan GKI di Jalan Abdullah bin Nuh sampai Taman Yasmin yaitu di Kelurahan Cilendek itu mendapatkan rekomendasi dari FKUB Bogor," kata Ketua FKUB Kota Bogor, Hasbullah dalam konferensi pers, Minggu (13/6/2021).

Hasbullah mengatakan awalnya muncul permohonan klarifikasi dari 90 jemaat pengguna rumah ibadah dan 60 pendukung pendirian rumah ibadah dari warga sekitar. Berdasarkan aturan yang ada, FKUB harus memberikan rekomendasi atau hasil atas verifikasi yang telah dilakukan.

"Maka dari itu, kami dari FKUB Kota Bogor tahapan awal adalah melakukan pleno untuk menyusun tim verifikasi dari unsur majelis agama dan anggota FKUB yg ada di Kota Bogor," kata Hasbullah.

Berdasarkan data yang didapat FKUB, Hasbullah mengatakan ada 144 jemaat yang akan menempati rumah ibadah tersebut. Itu dianggap telah memenuhi syarat dari batas minimal 90 jemaat.

"Kemudian dari sisi pendukung masyarakat untuk pendirian rumah ibadah, kami mendapati permohonan tersebut dilengkapi oleh 73 masyarakat yang mendukung pendirian rumah ibadah tersebut yang disyaratkan hanya 60," ujar Hasbullah.

Atas hal itu, Hasbullah bersama tim FKUB Bogor melakukan verifikasi lapangan. Selain itu, FKUB juga mengkonfirmasi data itu ke RW setempat.

"Mengkroscek ke RW setempat apakah memang tandatangan serta verifikasi berkas KTP, masyarakat yang mendukung, masyarakat yang menjadi bagian dari pada rumah ibadah tersebut yang menggunakan, sudah dikroscek oleh RW setempat. Kemudian yang kedua kami juga mengkroscek kepada lurah, kemudian yang ketiga ditandatangani oleh camat, maka kami juga mengkroscek kepada camat dan stakeholder yang ada. Setelah itu kami kami lakukan komunikasi dengan tokoh agama sekitar untuk menjaga toleransi dan kerukunan di sekitar pembangunan rumah ibadah" ujar Hasbullah.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan kebijakan dalam polemik 15 tahun GKI Yasmin. Pemkot Bogor menghibahkan lahan baru untuk pembangunan rumah ibadah GKI di Cilendek Barat.

"Hasil ini juga adalah hasil kerja sama dari semua pihak, baik yang mendukung maupun tidak mendukung, sejak 15 tahun yang lalu, proses hibah yang hari ini dijalankan cara ceremony juga tidak mungkin terjadi tanpa dukungan warga dari Kelurahan Cilendek Barat, tanpa kerja keras dukungan dari seluruh Forkopimda DPRD, aparatur pemerintah kota, MUI, FKUB dan juga tentunya tim 7," kata Bima Arya saat jumpa pers di GKI, Jalan Pengadilan, Pabaton, Kota Bogor.

Bima menerangkan, pihaknya telah melakukan 30 pertemuan resmi dan 100 pertemuan informal untuk mencari solusi terkait masalah GKI Yasmin. Bima ingin memastikan hak beribadah bagi seluruh warga Kota Bogor dapat terpenuhi tanpa terkecuali.

"15 tahun kita sama-sama mencurahkan energi dan konsentrasi atas usaha untuk menyelesaikan konflik yang terus menjadi duri dari toleransi kita, keberagaman kita dan persaudaraan kita semua, banyak proses yang sudah dilalui, dalam catatan kami paling tidak ada 30 pertemuan resmi dalam skala besar dan 100 lebih pertemuan informal yang digelar untuk mencari ujung penyelesaian, hari ini adalah bukti dari komitmen pemerintah kota untuk memastikan hak beribadah bagi seluruh warganya tanpa terkecuali," paparnya.

Bima Arya mengucap syukur atas selesainya persoalan GKI Yasmi yang berjalan sekian tahun. Dia menegaskan penyelesaian sengkarut GKI Yasmin dilakukan dengan memandang semua pihak setara, serta pemahaman bersama untuk mencari solusi.

"Alhamdulillah siang tadi jam 14.00 WIB Pemerintah Kota Bogor bersama dengan GKI Pengadilan mengumumkan kesepakatan penyelesaian persoalan GKI Yasmin yang telah berjalan selama 15 tahun," kata Bima Arya.



Simak Video "Sengkarut GKI Yasmin Usai, Bima Arya: Ini Pesan Damai Bogor untuk Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(knv/rfs)