COVID Melonjak, Satgas Minta Hajatan hingga Wisata Religi Dibatasi

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 21:23 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito (kedua kiri) berbincang dengan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono (kanan), Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kedua kanan) dan Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol (Mar) Muhammad Arifin (kiri) saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5/2021). Letjen TNI Ganip Warsito meninjau fasilitas kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran perdana usai dilantik menggantikan pejabat lama Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Satgas COVID-19 merekomendasikan enam poin untuk mengendalikan pandemi. Salah satunya yakni pembatasan kegiatan mulai dari aktivitas hajatan sampai wisata religi.

Awalnya, Ganip menyampaikan perintah Presiden Jokowi untuk mempercepat proses testing. Dia mengatakan harus ada perbaikan dalam manajemen atau tata kelola rumah sakit.

Setelahnya Ganip kemudian memaparkan enam rekomendasi langkah pengendalian COVID-19. Pertama yakni melakukan 3K, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam konteks COVID-19.

"Memastikan kerja sama pusat sampai ke daerah berjalan baik, kerja sama mulai dari gubernur, bupati, walikota sampai jalur koordinasi RT RW dioptimalkan dengan bantuan TNI dan Polri. Perlu juga kita menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda untuk mengajak pendisiplinan prokes ini kepada masyarakatnya," ujar Ganip, Minggu, (13/6/2021).

Kedua yakni meningkatkan disiplin prokes dan pembatasan mobilitas dan aktivitas penduduk. Dia mengatakan konsepnya yakni dengan mengawasi 3M.

"3M serta melakukan kegiatan penegakan disiplin melalui operasi-operasi yustisi di beberapa daerah merah untuk bisa mendisiplinkan masyarakat. Pembatasan aktivitas seperti hajatan, wisata religi, kunjungan tradisi, kegiatan sosial hendaknya perlu diketatkan," katanya.

Rekomendasi yang ketiga yakni meningkatkan jumlah testing. Keempat memastikan ketersediaan rumah sakit, obat dan alat kesehatan.

Ganip juga akan memaksimalkan fungsi karantina terpusat posko di daerah. Pemda diminta memastikan kecukupan sumberdaya tenaga kesehatan.

"Kelima, memperketat pelaksanaan PPKM mikro, optimalkan peran posko dan monitor evaluasi data kasus positif yang akan nantinya bisa digunakan menyusun strategi pengendalian kasus di beberapa daerah," kata Ganip.

Keenam mulai mengantisipasi kenaikan kasus periode libur Idul Adha mendatang. Dia mengatakan mobilitas di momen tersebut berpotensi terjadinya kerumunan.

"Ini harus sedini mungkin kita antisipasi agar tidak menimbulkan lonjakan-lonjakan COVID yang lebih memperparah dari kondisi sekarang," katanya.

(idn/idn)