Kasus COVID DKI Melonjak, Dinkes: Deja Vu ke Tahun Lalu

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 14:50 WIB
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta kembali mengalami kenaikan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI, Lies Dwi menyebut kondisi saat ini seperti deja vu tahun lalu.

"Jadi kita sudah lihat kembali ke kondisi deja vu pada tahun lalu di periode yang sama. Kita ada upaya untuk putus penularan, kapasitas kesehatan ditingkatkan beradu dengan rasa kebosanan dan kedisiplinan di masyarakat," kata Lies Dwi dalam diskusi yang digelar secara virtual, Minggu (13/6/2021).

Lies menyebut peningkatan kasus aktif COVID-19 tidak hanya terjadi di DKI. Dia menyebut kondisi saat ini mengkhawatirkan.

"Bagaimana kita atasi? Kita tetap ingatkan ke publik bahwa mereka harus ingat protokol 5M," tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat tidak takut untuk melakukan tes secara mandiri jika memiliki gejala COVID-19. Apalagi saat ini di Jakarta punya tingkat testing yang tinggi.

"Untuk antisipasi kasus naik kita harus naikan kapasitas isolasi dan perawatan. Dulu di periode sebelumnya ada kasus tinggi kapasitas perawatan bisa menyentuh di 1.150, itu periode di bulan awal tahun ini. Saat ini kita kembali akan tingkatkan kapasitas tersebut," jelas Lies.

"Kenapa? Agar bisa support fasilitas kesehatan. Ini juga tidak bisa menjadi andalan utama, karena kita tak boleh biarkan orang sakit lain terlantar karena faskes dipake untuk COVID saja. Jangan sampai faskes di RS kita dedicated hanya COVID saja, karena ini bisa telantarkan pasien lain," sambungnya.

Selain itu, Lies mengatakan Pemprov DKI sudah memiliki beberapa skenario mengantisipasi lonjakan COVID-19. Telah disiapkan juga beberapa tempat isolasi yang bukan di rumah sakit.

"Sudah ada skenario yang kita lakukan, ada tiga skenario yang disiapkan DKI kepada mereka yang tidak bergejala. Dan tentu tracing juga harus ditingkatkan oleh kita bersama," ungkap Lies.

"Jangan sampai ditutup-tutupin jika ada COVID. Itu harus dipantau sampai inkubasinya selesai. Mungkin itu," lanjutnya.

Diketahui Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus harian Corona sangat signifikan sampai 302 persen. Peningkatan Corona ini diduga imbas klaster libur Lebaran 2021.

"Selanjutnya DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kasus yang paling signifikan, di mana dalam 10 hari saja kasusnya meningkat lebih dari 300 persen. Di mana pada tanggal 1 Juni lalu kasus hariannya hanya 519 kasus, dan di tanggal 10 kemarin kasus hariannya mencapai 2.091 kasus, BOR di DKI Jakarta mencapai 62,13 persen," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Jumat (11/6).

Sedangkan Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan kasus harian Corona 80 persen. Adapun bed occupancy ratio atau BOR di Jawa Tengah mencapai 66,89 persen.

(idn/idn)