Pemprov DKI Akan Perbaiki Jalur Sepeda Rusak di Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 10:04 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (Tiara Aliya/detikcom
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akan memperbaiki jalur sepeda di Ibu Kota yang kondisinya rusak dan berlubang. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan perbaikan ini dilakukan setelah menerima keluhan dari pesepeda.

"Rekan-rekan Dinas Bina Marga akan turun melakukan penyempurnaan sehingga pengerasan jalan. Di sana itu lebih smooth bagi pengguna pesepeda yang melintas di jalur sepeda," kata Syafrin Liputo di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (13/6/2021).

Syafrin mengatakan pada umumnya kerusakan hanya terjadi di satu titik. Penyebabnya, ada perbaikan galian manhole.

"Contoh di Matraman ada pengerjaan jalan kemudian terkait galian kabel dan sebagainya setelah dilaksanakan pengerjaan, ditutup kurang smooth kurang rapi pengerjaannya. Itu teman-teman Bina Marga masuk untuk lakukan perbaikan."

Syafrin tak memerinci berapa kilometer jalur sepeda yang perlu diperbaiki. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bina Marga DKI untuk melakukan perbaikan.

"Banyak masukan terkait jalur sepeda yang membutuhkan perbaikan. Contoh di jalan Fatmawati. Jalan Fatmawati sekarang rekan-rekan dari Dinas Bina Marga sudah melakukan perbaikan sehingga untuk pergerakan di jalur sepeda dari selatan ke utara itu lebih smooth. Kedua ada beberapa spot di Jalan Pemuda itu perlu perbaikan," ucapnya.

Sebelumnya, professional biker and trainer, Tino Latuheru, menanggapi terkait kondisi jalur yang berlubang di beberapa sisi. Dia menyebut kondisi ini juga menjadi alasan pesepeda road bike terkadang tak selalu berada di jalur kiri.

"Bagus sekali. Bagus sekali. Kenapa bagus sekali? Karena tanjakan Casablanca, flyover Casablanca itu dibuat sama pesepeda menjadi satu yang memang memacu adrenalin. Karena tuh kan tanjakannya cukup tinggi. Mohon maaf nih, kemarin ada berita buruk juga, kebetulan saya kenal dengan kawan itu dia naik tanjakan, terus, ya, di atas kena serangan heart attack. Itu kan kasihan juga, gitu lho," kata Tino dalam program e-Life di detikcom.

"Terima kasih pemerintah sudah memfasilitasi teman-teman, teman-teman sepeda kita ini, komunitas sepeda ini, tapi juga mungkin saya kalau memang diizinkan, gitu, bersuara juga untuk PU. Bahwa kalau semua jalur, jalur kiri itu clear, nggak ada lubang-lubang, orang pasti nyaman main di situ. Kenapa orang akan ngambil jalur dua di tengah, karena jalur kirinya banyak lubang-lubang. Sementara besaran sepeda kita itu cuma 25 mm, atau 20 cm. Hampir 25 mm. Jadi kecil sekali itu ban kita. Sehingga kalau ada lubang-lubang yang mengganggu atau getaran tinggi, di stang, kita pasti hindari itu. Sehingga, jadilah kita mainnya agak ke tengah, gitu. Nah, mungkin PU bisa membantu agar yang lubang-lubang, itu ditutup. Dirapikan, sehingga lebih nyaman. Kita tidak akan main ke tengah, kita tetap di jalur kiri. Banyak, berapa titik ya, di jalan-jalan seperti Gatot Subroto, itu juga masih ada gitu lho," lanjutnya.

Para pegiat olahraga road bike merasa kesulitan jika harus melewati jalur yang berlubang. Jalan yang berlubang akan mengganggu perjalanan sehingga menjadi alasan berpindahnya pesepeda ke jalur lain.

Diketahui lintasan sepeda yang sebelumnya disediakan pemerintah dianggap kurang pas untuk olahraga road bike karena fokus ke arah kecepatan. Hal ini yang memicu reaksi setelah viral peleton road bike melaju di jalan raya dan dianggap menghalangi pengendara lainnya.

"Di jalur sepeda yang telah dibuat pemerintah, bagus sekali itu ya. Cuma kan itu untuk 25 km/jam, maksimum 25 km speed-nya. Sementara teman-teman road bike itu bisa 40 off 50 km speed-nya sehingga jalur yang kecil itu, kemungkinan mohon maaf, belum bisa dipergunakan sama kita," jelas Tino.

(yld/yld)