Pasien COVID di DKI Meningkat, Panglima TNI Soroti BOR ICU

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 21:35 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito menggelar rapat untuk menyikapi dalam antisipasi lonjakan COVID-19. Dalam rapat tersebut, Panglima TNI menyoroti keterisian tempat tidur pasien Corona alias bed occupancy rate (BOR).

Dalam rapat tersebut, hadir Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji dan Kepala Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono. Rapat ini digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/6/2021).

"Tingkatkan dan tegakan fungsi Posko PPKM Skala Mikro di area service Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya untuk memastikan disiplin protokol kesehatan dilaksanakan di tengah masyarakat, kemudian juga pelaksanaan testing dan tracing untuk mencegah meluasnya penyebaran virus COVID-19," ujar Panglima TNI, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/6).

Soroti BOR

Panglima TNI menerima informasi bahwa terjadi peningkatan pasien yang cukup signifikan di RSD Wisma Atlet, Jakarta. Dengan itu, dia memerintahkan Kapolda-Pangdam untuk memastikan segala kesiapan tempat tidur, tenaga kesehatan (nakes), perlengkapan hingga obat-obatan.

"Laksanakan terus pemantauan kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan, BOR ICU, dan BOR isolasi serta laporkan data secara obyektif agar menjadi bahan evaluasi yang obyektif pula," ujarnya.

Panglima TNI mengatakan jika data nyata di lapangan diketahui dengan detail, maka dapat segera mengambil kesimpulan yang tepat sehingga keputusan yang diambil juga akan tepat sasaran. Dia menegaskan agar semua penanganan para pasien COVID-19 harus berjalan dengan baik agar bisa dievaluasi jika sewaktu-waktu harus ada yang diperbaiki.

"Data yang obyektif tentu akan memungkinkan untuk mengambil langkah antisipasi dengan segera untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali," katanya.

"Disamping itu, treatment juga harus berjalan dengan baik, yaitu ketersediaan tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan, serta tempat dan pelaksanaan isolasi mandiri dan tentunya hal tersebut harus selalu dievaluasi guna mengambil langkah perbaikan yang dibutuhkan," tambahnya.

(isa/isa)