Longsor di Kompleks Ciputat Timpa 2 Rumah, 2 Orang Terluka

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 12:34 WIB
Ciputat -

Turap pembatas di pinggir kali Kompleks Telkom, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), longsor. Akibatnya, dua rumah yang berada di pinggir anak Kali Pesanggrahan tertimpa reruntuhan longsor.

Peristiwa itu terjadi Jumat (11/6) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Turap itu berada di pinggir anak Kali Pesanggrahan tepat di bawah Kompleks Telkom.

"Ini ada dua rumah yang kena runtuhan tebing, beton, ada dua rumah," kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat ditemui di lokasi, Sabtu (12/6/2021).

Benyamin menuturkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, ada dua orang korban mengalami luka di bagian tangan.

"Kemudian ada dua orang luka, sudah dijahit, sudah ditangani. Korban lainnya tidak ada. Korban harta juga relatif hanya rumah karena mobil kendaraan dan sebagainya relatif aman," tuturnya.

Benyamin menuturkan dua rumah yang roboh itu akan ditangani oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Dinas Perkim). Sementara itu, pemilik rumah yang roboh, kata Benyamin, akan disewakan rumah untuk tempat tinggal sementara.

"(Rumah yang roboh) nanti kita akan tangani. Karena ini musibah, bencana, nanti Dinas Perkim akan dilakukan penanganan berikutnya. Dan yang bersangkutan, kalau bersedia, itu akan kita kontrakkan dulu rumah, penanganan sementara," tuturnya.

Lebih lanjut Benyamin menyampaikan pihaknya juga akan membantu pengurusan dokumen pemilik rumah yang hilang. Benyamin mengatakan bagian belakang rumah tersebut yang tertimpa reruntuhan.

"(Bantuan korban) untuk ijazah segala macam yang hilang itu nanti akan kita komunikasikan dengan sekolah yang bersangkutan. Kalau KTP ada semua, dokumen yang harus diganti akan kita koordinasikan. Roboh hanya bagian belakangnya saja," imbuhnya.

Terjadinya Longsor

Tanah longsor terjadi di RW 14 Kompleks Telkom, Ciputat Timur, pada Jumat (11/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Longsor terjadi usai hujan deras di lokasi.

Benyamin menyampaikan beton di pinggir kali roboh karena tergerus air. Pepohonan yang ada di pinggir kali, kata Benyamin, ikut roboh.

"Jadi ini beton yang setebal itu nggak sampai fondasi tanah yang keras. Jadi aliran bawah lama-lama, itu kan tahunan, akhirnya tergerus air. Ketika tanah di bawahnya kosong, beton ini tidak mempunyai dudukannya," tuturnya.

"Tanah, kemudian ada pepohonan selain material beton, itu menutupi kali. Tutupan tadi akhirnya menyumbat aliran sungai. Jadi di hulu nanti di sana air tidak mengalir melimpas ke perumahan di sini dijebol ini, di sana juga ada tembok yang dijebol oleh warga supaya kalinya mengalir normal lagi," tambahnya.

Lebih lanjut Benyamin mengatakan pihaknya sedang dalam proses melancarkan aliran air dengan membuat kanal. Debit air yang meluap dari kali sebutnya sudah mulai turun.

(jbr/jbr)