SBY Banggakan Kemiskinan Drop di Eranya, PKS Anggap Bias

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 08:59 WIB
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta agar pihak Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terbawa perasaan oleh pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyebut pengangguran hingga kemiskinan drop di era kepemimpinannya. Di sisi lain, PKS menyebut penilaian SBY terhadap diri sendiri cenderung akan memberikan hasil yang bias.

"Orang kadang punya kecenderungan bias ketika menilai diri. Sebaiknya tidak perlu dibandingkan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Jumat (11/6/2021).

Lebih lanjut Mardani menyebut semua Presiden Indonesia, mulai Sukarno hingga SBY, mempunyai kelebihan dan prestasi masing-masing. Namun prestasi tersebut tidak bisa dibandingkan dengan Jokowi lantaran kondisi yang berbeda.

"Pak SBY punya prestasi. Pak Habibie juga punya prestasi. Begitu juga Gus Dur, Bu Mega dan Pak Harto dan Pak Karno. Bagus kita mikul duwur mendhem jero. Ambil yang baik dan buang yang buruk. Kita lihat konteksnya dan kondisinya, tidak bisa dibandingkan dengan masa pandemi," ucapnya.

Dia pun memastikan Presiden Jokowi sudah berupaya keras mempertahankan kondisi ekonomi. Meski begitu, pendukung Presiden Jokowi juga tidak perlu baper lantaran fakta memang membuktikan pertumbuhan ekonomi lebih baik pada zaman SBY.

"Pak Jokowi dan pemerintahannya sudah kerja keras. Tapi memang faktanya pertumbuhannya masih di bawah zaman Pak SBY. Pun sebelum pandemi. Tidak perlu baper untuk pendukung Pak Jokowi. Cukup buktikan dengan prestasi," ujarnya.

Sebelumnya, SBY berbicara soal kemiskinan-pengangguran drop dalam sidang promosi doktor IPB University Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang disiarkan di YouTube seperti dikutip Jumat (11/6). SBY bersyukur pernah berkuliah di IPB dan Ibas mengikuti jejaknya.

"Saya jadi ingat 17 tahun yang lalu, tahun 2004, juga mengikuti sidang terbuka seperti ini. Saya masih ingat disertasi yang saya tulis, saya persiapkan adalah judulnya, atau temanya, 'Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran dengan Menggalakkan Pembangunan Pertanian Perdesaan dan Infrastruktur dari Sisi Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal'. Itu dulu yang saya sampaikan," kata SBY.

SBY bersyukur, setelah kurang-lebih 3 bulan usai ujian terbuka tersebut, dia dipilih rakyat menjadi presiden. Menurut SBY, kandungan disertasinya terwujud selama 10 tahun kepemimpinannya.

"Dan alhamdulillah, sejarah membuktikan, dulu setelah (saya) selesai memimpin, pengangguran kita drop. Kemiskinan kita drop secara signifikan, dan pertumbuhan meningkat dengan baik," ujarnya.

Simak juga Video: Cerita Hasto soal SBY Pernah Dijuluki 'Bapak Bansos Indonesia'

[Gambas:Video 20detik]



(maa/knv)