Round-Up

Kritikan ke Pimpinan KPK Sebab Ogah ke Komnas HAM tapi Sowan Ombudsman

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 06:00 WIB
Sejumlah aktifis dari Koalisi MAyarakat Sipil melalukan aksi teatrikal di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/5/2021).
Foto: Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)

"Pernyataan Ghufron yang mempertanyakan pelanggaran HAM tes wawasan kebangsaan juga sangat absurd. Betapa tidak, selama satu bulan terakhir sudah terlalu banyak kesaksian 75 pegawai KPK non-aktif perihal pertanyaan yang diajukan saat mengikuti TWK. Mayoritas pertanyaan yang diajukan tidak relevan, menyinggung ranah pribadi, bahkan melecehkan perempuan," ujarnya.

Kurnia menyarankan pimpinan KPK untuk menyaksikan salah satu film dokumenter yang berisi kesaksian pegawai KPK yang tak lulus TWK. ICW, kata Kurnia, mendesak pimpinan KPK untuk memperhatikan persoalan TWK pegawaik KPK.

"Namun, jika kesaksian itu belum cukup bagi pimpinan KPK, maka lebih baik lima orang tersebut, terutama Firli Bahuri, mengadakan nonton bareng film EndGame besutan Watchdoc Documentary agar pemahaman mereka clear, melihat permasalahan TWK," tuturnya.

"Maka dari itu, ICW mendesak agar pimpinan KPK tidak bersembunyi atau kabur dari permasalahan TWK yang jelas dan terang benderang telah melanggar HAM 75 pegawai. Jika kemudian panggilan selanjutnya tidak juga datang, maka lebih baik mereka berlima mengundurkan diri saja sebagai pimpinan KPK," sambungnya.


(rfs/lir)