PKB Anam Tolak Usul Muktamar Bersama
Kamis, 16 Mar 2006 19:12 WIB
Jakarta - Usulan agar dua kubu PKB menggelar muktamar bersama ditolak mentah-mentah oleh PKB pimpinan Choirul Anam. Gagasan itu dinilai hanya akan mengganggu konsolidasi yang kini sedang dibangun."Ini sangat mengherankan. Apa nggak terpikir akan muncul anggapan, PKB inikerjanya dari muktamar ke muktamar lalu kapan konsolidasinya," ujar Ketua Dewan DPP PKB Anam, Fathorrasjid, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (16/3/2006). Usul ini diungkapkan oleh politisi PKB, Yahya C Staquf. Muktamar bersama ini dinilai sebagai solusi mengakhiri konflik PKB yang sudah berkepanjangan.Fathor berpendapat, sampai saat ini, para kiai dan DPP PKB Anam tetap menolak islah sebelum Muhaimin Iskandar mengaku kalah. "Ini karena secara hukum, DPP PKB yang sah adalah yang dihasilkan dari Muktamar II Surabaya," tegas Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini.Fathor menangkap sinyal wacana islah maupun muktamar bersama yang belakangan gencar digulirkan memiliki agenda tersembunyi untuk kepentingan politik tertentu. "Jadi kalau disebut muktamar bersama itu solusi realistis, saya justru menilai sebagai gagasan yang semakin tidak cerdas," tandasnya.Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PKB Idham Cholied juga menyatakanbahwa gagasan muktamar bersama dari Gus Yahya itu adalah wacana pribadi."Pastilah ada hidden agenda (agenda tersembunyi, Red) yang tak mungkin dipublikasikan," cetus Idham.Sampai saat ini, terang Idham, DPP PKB belum pernah membahas hal itu. Baikdalam obrolan informal antar pengurus, apalagi dalam rapat resmi DPP.Bahkan, dalam rapat terakhir di Ponpes Langitan, Widang, Tuban, Kamis (9/3)yang lalu, justru para kiai sepuh meminta pengurus DPP menyelesaikan masalah PKB secara final dan tuntas. Selain itu juga disepakati, penyelenggaraan Munas Alim Ulama di Jakarta, awal bulan Mei mendatang.
(ton/)











































