Megawati Cerita Sukarno Dilengserkan: Saya Tak Bisa Lanjut Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 18:18 WIB
Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan kepada awak media, Bali, Denpasar, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP di Bali kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Megawati langsung diambil sumpah jabatan di hadapan para kader.
Megawati Soekarnoputri (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan kehidupan keluarganya semasa Presiden RI ke-1 Sukarno. Megawati mengatakan ayahnya dilengserkan pada 1965 akibat peristiwa politik.

"Saya terlahir di Gedung Agung Jogjakarta sebagai anak presiden dan selama itu mengikuti orang tua saya. Kalau diingat, ketika kelahiran saya itu terjadi clash pertama, clash kedua. Jadi praktis keluarga kami, keluarga presiden, baru bisa pindah ke Jakarta tahun '50," kata Megawati saat orasi ilmiah dalam pengukuhan gelar profesor kehormatan di Unhan, Jumat (11/6/2021).

Megawati mengatakan tumbuh di Istana Kepresidenan saat era Presiden Sukarno. Namun, akibat Sukarno dilengserkan pada 1965, Megawati tak bisa melanjutkan sekolah.

"Saya tumbuh besar di Istana, akibat peristiwa politik tahun '65, saya tidak bisa melanjutkan sekolah, dan tentu saja karena ayah saya dilengserkan hidup sebagai rakyat biasa," ujarnya.

Pasca-1965, Megawati mengatakan masa sulit bagi keluarganya. Namun sejarah kemudian mencatatkan nama Megawati menjadi Presiden RI ke-5.

"Masa itu memang masa sulit kami, tetapi akhirnya itulah yang saya seperti katakan, roda berputar. Sejarah memanggil saya untuk pertama kali menjadi anggota DPR RI sampai tiga periode terpotong dua tahun karena lalu menjadi wakil presiden dan setelah itu menjadi presiden ke-5 Republik Indonesia," imbuhnya.

(rfs/gbr)