ICW Kritik Penjelasan Nurul Ghufron ke Ombudsman tapi Ogah ke Komnas HAM

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 12:40 WIB
Kurnia Ramadhan
Foto: Kurnia Ramadhan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik penjelasan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang datang ke Ombudsman namun tak menghadiri pemanggilan Komnas HAM. ICW menilai penjelasan Nurul Ghufron berbelit-belit.

"ICW menilai penjelasan Nurul Ghufron berkaitan dengan panggilan Komnas HAM terlalu berbelit-belit dan tidak menyasar substansi persoalan. Mestinya selaku pejabat publik dan penegak hukum, seluruh Pimpinan KPK menghargai serta memenuhi panggilan Komnas HAM," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhan melalui keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Menurut Kurnia, semestinya Ghufron sudah mengetahui dugaan pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK. Sebab, kata Kurnia, sejumlah kesaksian dari 75 pegawai yang tak lulus mengungkapkan isi pertanyaan dalam TWK yang dinilai melanggar HAM.

"Pernyataan Ghufron yang mempertanyakan pelanggaran HAM tes wawasan kebangsaan juga sangat absurd. Betapa tidak, selama satu bulan terakhir sudah terlalu banyak kesaksian 75 pegawai KPK non-aktif perihal pertanyaan yang diajukan saat mengikuti TWK. Mayoritas pertanyaan yang diajukan tidak relevan, menyinggung ranah pribadi, bahkan melecehkan perempuan," ujarnya.

Kurnia menyarankan pimpinan KPK untuk menyaksikan salah satu film dokumenter yang berisi kesaksian pegawai KPK yang tak lulus TWK. ICW, kata Kurnia, mendesak pimpinan KPK untuk memperhatikan persoalan TWK pegawaik KPK.

"Namun, jika kesaksian itu belum cukup bagi pimpinan KPK, maka lebih baik lima orang tersebut, terutama Firli Bahuri, mengadakan nonton bareng film EndGame besutan Watchdoc Documentary agar pemahaman mereka clear, melihat permasalahan TWK," tuturnya.

"Maka dari itu, ICW mendesak agar pimpinan KPK tidak bersembunyi atau kabur dari permasalahan TWK yang jelas dan terang benderang telah melanggar HAM 75 pegawai. Jika kemudian panggilan selanjutnya tidak juga datang, maka lebih baik mereka berlima mengundurkan diri saja sebagai pimpinan KPK," sambungnya.

Penjelasan Nurul Ghufron ke Ombudsman tapi Ogah ke Komnas HAM

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sebelumnya menjelaskan mengapa pihaknya tidak memenuhi panggilan Komnas HAM tetapi hadir ke Ombudsman. Gufron mengatakan masih menunggu keterangan pasti dari Komnas HAM mengenai dugaan pelanggaran HAM apa yang dilakukan oleh KPK terkait TWK.

"KPK menghormati semua lembaga negara termasuk Komnas HAM dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, termasuk Komnas HAM dalam menegakkan HAM bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengapa KPK atau saya nggak hadir terhadap undangan permintaan Komnas HAM, sebenarnya mohon diklarifikasi, KPK nggak mangkir, yang disebut mangkir itu nggak hadir, nggak beri alasan," kata Ghufron di kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Kamis (10/6)

"KPK menyampaikan alasan, KPK butuh kepastian bahwa yang akan dimintai keterangan ke KPK berkaitan dugaan pelanggaran HAM apa? Kenapa itu disampaikan oleh KPK? KPK mendasari UU 39 tahun 99 tentang HAM," sambungnya.

(rfs/rfs)