Orang Utan Masuk Permukiman Warga di Kaltim Berhasil Dievakuasi BKSDA

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 21:53 WIB
Orangutan yang masuki permukiman warga Desa Lusan
Orang utan yang masuki permukiman warga Desa Lusan. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Seekor orang utan memasuki kawasan pemukiman warga di Desa Lusan Kecamatan Komam, Kabupaten Paser, Kaltim. Orang utan tersebut kini dapat dievakuasi.

"Iya benar ada penemuan orang utan dipermukaan warga Desa Lusan, pada Senin pagi (7/6)," kata Camat Komam Rasyid saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Rasyid menerangkan informasi adanya orang utan tersebut didapatkannya dari pihak kepolisian setempat. Setelah mendapat informasi tersebut, Rasyid mengaku langsung mendatangi lokasi.

"Saya dihubungi Kapolsek, bahwa ada orang utan yang mendekati permukiman warga, setelah itu saya langsung mendatangi lokasi tersebut," ucapnya.

Keberadaan orang utan disebut sempat menggegerkan warga setempat dan menjadi tontonan warga desa. Para warga berusaha mendekati satwa yang dilindungi itu.

"Saat memasuki permukiman, memang terlihat jinak, warga pun sempat memberikan makan," terangnya.

Namun pada keesokan harinya, Selasa (8/6), ketika aparatur pemerintah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan kepolisian hendak mengevakuasi orang utan, tidak mendapati orang utan tersebut.

"Saat ingin dievakuasi, ternyata orang utan ini sudah kembali masuk ke hutan, karena saat berada di pemukiman, orang utan ini memang sengaja dibiarkan oleh warga lantaran kondisinya yang jinak," tutup Rasyid.

Selain itu, ketika dimintai konfirmasi terpisah BKSDA Kaltim mengatakan, pada Kamis sore ini pihaknya telah berhasil menangkap orang utan yang sempat masuk ke permukiman warga.

"Iya tadi sore (10/6) kami sudah mendapatkan informasi bahwa orang utan sudah ditemukan dan telah dibius," ucap Polisi Kehutanan BKSDA Kaltim, Surya Darmawan.

Mengenai perkembangan orangutan yang ditemukan, pria yang kerap disapa Wawan itu belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Hal ini lantaran pihaknya sampai saat ini belum dapat berkomunikasi dengan anggotanya maupun Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), yang ikut dalam pencarian akibat jaringan di lokasi penemuan tidak memiliki sinyal.

"Kemungkinan besok baru bisa kita informasikan lebih lanjut, karena kami juga masih berusaha menghubungi anggota yang disana," ungkapnya.

Rencananya orang utan tersebut akan dibawa ke Yayasan Jejak Pulang untuk dilakukan observasi sebelum dikembalikan ke habitatnya.

"Kita lakukan Observasi terlebih dahulu, di cek dulu keadaannya, kalau bisa dilepas kita lepas, tapai kalau tidak kita rehabilitasi agar orang utan ini bisa survive dan selanjutnya kita kembalikan ke hutan," bebernya.

Selain itu, Rasyid menduga orang utan yang memasuki permukiman warga ini akibat perubahan cuaca di Kaltim sering berubah-ubah. Serta faktor pangan yang ada hutan berkurang.

"Banyak faktor kemungkinan perubahan cuaca, faktor pakan yang tersedia sudah berkurang," tutupnya.

(dwia/dwia)