Kisah Hamzah Sang 'Singa Allah', Paman Rasulullah yang Jago Perang

Kristina - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 19:23 WIB
Negeri timur tengah terkenal dengan hamparan padang pasir, seperti di Arab Saudi. Kita dapat melihat pemandangan indah padang pasir, bukit-bukit pasir yang berbatu sepanjang jalanan Madinah-Makkah.
Foto: 20Detik
Jakarta -

Perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam harus melewati berbagai rintangan. Beruntung, Allah SWT mengirimkan orang-orang yang senantiasa membela beliau, salah satunya Hamzah bin Abul Muthalib, yang dijuluki 'Singa Allah'.

Dikutip dari buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al Quran oleh Ridwan Abqary, berikut kisah Hamzah bin Abdul Muthalib hingga mendapat julukan 'Singa Allah'.

Hamzah bin Abdul Muthalib adalah paman Rasulullah SAW. Usia Hamzah hampir sama dengan Rasulullah SAW. Dikatakan keduanya lahir pada tahun yang tidak jauh berbeda.

Hamzah dikenal sebagai sosok yang sangat pemberani dan jago dalam berperang. Bahkan, Hamzah tidak takut kepada siapapun.

Dia tak segan-segan mengajak berkelahi walaupun lawan yang dihadapinya adalah seorang pemuka Quraisy. Maka, tak heran jika banyak Kaum Quraisy begitu takut padanya.

Sebagai paman, tentu dia memiliki kedekatan yang sangat bagus dengan Rasulullah SAW. Walaupun belum masuk Islam, dia sangat menyayangi keponakannya itu.

Hamzah selalu berusaha melindungi Rasulullah SAW. Tak seorang pun dibiarkan untuk menghina dan menganiaya keponakannya tanpa berhadapan dengan dirinya.

Pada suatu ketika, Abu Jahal bertemu dengan Rasulullah SAW di Bukit Shafa. Dia menghina dan mencaci maki Rasulullah SAW dengan kata-kata kasarnya.

Namun, Rasulullah SAW sama sekali tak membalasnya. Beliau hanya diam dan mendengarkan Abu Jahal.

Seperti diketahui, Abu Jahal merupakan Raja Kaum Quraisy yang sangat bengis. Dia adalah musuh besar Rasulullah SAW. Bahkan, para pengikut Rasulullah SAW juga menerima buntut dari kekejaman Abu Jahal.

Pada saat itu, seorang budak perempuan menyaksikan kejadian yang dialami Rasulullah SAW. Ia lalu bergegas menemui Hamzah dan menceritakan penghinaan yang dilakukan Abu Jahal terhadap keponakan kesayangan Hamzah.

Mendengar hal tersebut amarah Hamzah seketika meledak. Berani-beraninya Abu Jahal berlaku kasar kepada keponakan kesayangannya itu. Dengan dada yang bergejolak, pergilah Hamzah menemui Abu Jahal.

Hamzah tidak peduli walaupun Abu Jahal adalah pemuka Quraisy. Selain Abu Jahal, di sana ada banyak pemuka Quraisy lainnya yang menjadi musuh Rasulullah SAW. Dengan satu tarikan tangan, diseretlah Abu Jahal dari tengah-tengah kaumnya. Abu Jahal pucat seketika melihat siapa yang datang dan berlaku kasar padanya.

"Berani sekali engkau sudah bertindak keji pada saudaraku, Muhammad!" teriak Hamzah dengan geram.

Seketika dipukullah Abu Jahal dengan keras hingga darah bercucuran di pelipisnya. Hamzah melakukan pukulan berkali-kali untuk menunjukkan kepada kaum Quraisy lainnya bahwa tidak ada seorangpun yang boleh mengganggu Rasulullah SAW.

Kejadian tersebut sontak menjadikan para pemuka Quraisy kaget dan merasa ketakutan. Hamzah terlihat tidak main-main dengan ucapan dan tegurannya.

"Sekarang, kalian tahu bahwa aku berada di pihak Muhammad!" teriaknya lagi sebelum meninggalkan kaum Quraisy dengan langkah gagahnya.

Itulah salah satu bukti keberanian Hamzah dalam membela Rasulullah SAW. Sejak saat itu, Hamzah menyatakan dirinya untuk masuk Islam dan selalu melindungi Rasulullah SAW. Masuknya Hamzah ke pihak Muhammad SAW memberikan nafas baru bagi kaum Muslimin.

Atas keberaniannya tersebut Hamzah mendapat julukan 'Singa Allah'. Bahkan, dalam Perang Badar, Hamzah ikut berjuang mati-matian membela umat Islam. Banyak musuh besar yang tewas di ujung pedangnya.

Diceritakan, 'Singa Allah' ini gugur dalam Perang Uhud. Salah seorang musuh yang bernama Hindun, yang tak lain adalah musuhnya saat Perang Badar, telah menyusun strategi untuk membunuh Hamzah.

Sebuah tombak dilemparkan Hindun dan tepat menancap di dada Hamzah. Sejak saat itu, gugurlah Hamzah Sang 'Singa Allah' sebagai syahid di Bukit Uhud.

(nwy/nwy)