BNPB Setop Pembiayaan, OTG COVID di Hotel Isolasi DKI Angkat Kaki 8 Juni

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 11:45 WIB
Pasein tanpa gejala COVID 19 menjalani isolasi di The Green Hotel, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/10/2020). Menurut General Manager The Green Hotel Asep Hermasan terdapat 16 pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri di hotel ini. Sedangkan selama hotel beroperasi untuk  pasien COVID 19 sudah merawat 20 pasien. 4 orang telah dinyatakan sembuh dan di pulangkan pada Jumat 9 oktober 2020.
Hotel pasien OTG (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan agar hotel di Jakarta tak lagi menerima tamu untuk keperluan isolasi mandiri per Juni 2021. Pasien OTG yang melakukan isolasi mandiri di hotel di Jakarta harus angkat kaki per 8 Juni lalu.

"Tanggal 20 (Mei) kita langsung kasih tahu untuk tidak menerima OTG yang batas waktunya melewati tanggal 7. Tanggal 7 Juni terakhir ada tamu, tanggal 8 check out," kata PPK Hotel Isolasi OTG dan Nakes DSP Rus Suharto saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Rus, yang juga menjabat Kasudin Parekraf Jakarta Timur, menjelaskan pemberitahuan ini telah disampaikan kepada pihak hotel dan pasien OTG sejak 20 Mei 2021. Untuk itulah, Pemprov DKI mengarahkan agar hotel tidak lagi menerima tamu H-10 sebelum cut off.

Hal ini, sebutnya, merujuk pada aturan isolasi mandiri bagi pasien OTG COVID-19 selama 10 hari sejak waktu pengetesan.

"Kemudian penyedia hotel sudah diinformasikan dari tanggal 20 bilamana masih mau menerima yang gejalanya tidak berat. Biasanya 10 hari aturan Kemenkes sejak dia tes," jelasnya.

Secara keseluruhan, ada 16 hotel dan penginapan yang menyediakan isolasi mandiri khusus untuk pasien OTG. Rus juga memastikan saat ini seluruh pasien OTG yang menjalani isolasi di hotel Jakarta telah dinyatakan negatif COVID-19. Sehingga pihaknya tak perlu melakukan pemindahan pasien ke lokasi isolasi lainnya.

"Jadi tidak ada yang OTG-nya dipindahkan. Karena jauh hari sudah diinfokan. Bilamana dia masih positif, itu kan empat hari tambahannya," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Satgas Penanganan COVID-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberhentikan sementara pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel-hotel di Jakarta. Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan secara bertahap anggaran untuk pembiayaan isolasi mandiri di hotel akan diserahkan ke pemerintah daerah.

"Melalui kesepakatan kementerian/lembaga terkait dan jajaran pemerintah daerah pembiayaan isolasi mandiri yang awalnya tersentral oleh pemerintah pusat akan secara bertahap dilakukan terdesentralisasi kepada pemerintah daerah," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Rabu (9/6/2021).

Alasannya, pemerintah daerah dinilai dapat menyesuaikan kebutuhan untuk isolasi mandiri warganya.

"Hal ini menimbang upaya penanganan COVID-19 terbaik sesuai dengan tantangan yang khas dari setiap daerah dan diharapkan dapat disesuaikan secara lebih efektif," katanya.

(idn/idn)