Profil dan Kasus Lili Pintauli yang Dilaporkan Novel dkk ke Dewas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 11:34 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Foto: dok. Antara Foto)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Lili dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran etik dalam kasus Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Adalah penyidik KPK Novel Baswedan beserta mantan Direktur PJKAKI KPK Sujanarko dan penyidik Rizka Anungnata yang melaporkan Lili. Laporan tersebut dilayangkan pada Selasa (8/6) ke Dewas. Ada dua dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan mereka.

Dugaan pelanggaran pertama ialah dugaan Lili menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Syahrial. Lili dianggap melanggar prinsip integritas yang ada pada Pasal 4 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Kedua, Lili dituding menggunakan posisinya sebagai pimpinan KPK untuk menekan Syahrial untuk menuntaskan urusan kepegawaian adik iparnya, Ruri Prihatini Lubis, di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai. Atas dugaan perbuatan tersebut, Lili diduga melanggar prinsip integritas, yaitu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Profil

Lili Pintauli Siregar merupakan seorang advokat yang pernah menjadi komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dua periode pada 2008-2013 dan 2013-2018. Lili lahir di Bangka Belitung pada 9 Februari 1966.

Lili mengenyam pendidikan hukum pada jenjang S1 dan S2 di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan. Setelah lulus S1, dia mengawali kariernya sebagai asisten pembela umum LBH Medan (1991-1992) dan kemudian bekerja di kantor advokat Asamta Paranginangin, SH, & Associates (1992-1993), sebagai asisten pengacara.

Pada 1994, Lili mulai aktif di Pusat Bantuan dan Penyadaran Hukum Indonesia (Pusbakumi) Medan dan memimpin divisi advokasi dan divisi perburuhan. Kemudian, dia didapuk menjabat Direktur Eksekutif Puskabumi pada 1999-2002. Lili juga pernah menjadi anggota Panwaslu Kota Medan pada 2003-2004.

Karier Lili mulai menanjak saat dia terpilih menjadi komisioner LPSK periode 2008-2013. Dia kemudian ditugaskan menangani Bidang Bantuan, Kompensasi, dan Restitusi.

Lili pun terpilih kembali menjadi komisioner pada 2013-2018. Dia lalu menjabat Wakil Ketua LPSK sekaligus penanggung jawab Biro Pemenuhan Hak Saksi dan Korban. Di LPSK, Lili juga pernah ikut mendampingi justice collaborator (JC) terkait kasus korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, Mindo Rosalina Manulang.

Lili pun terpilih menjadi pimpinan KPK pada 13 September 2019. Lili memperoleh 44 suara dalam voting yang digelar oleh Komisi III DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9) dini hari. Lili kemudian dipilih sebagai Wakil Ketua KPK oleh para anggota Komisi III. Lili menjadi wanita kedua yang menduduki posisi pimpinan KPK. Dia bakal meneruskan Basaria Pandjaitan, yang menjadi pimpinan KPK 2015-2019.

Simak juga video 'Azis Syamsuddin Bungkam Usai Diperiksa KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Simak kasus dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Lili di halaman berikut.