Kemnaker Ajak ASEAN-OSHNET Cegah HIV-AIDS di Tempat Kerja

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 18:30 WIB
Menaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak ASEAN-OSHNET (Occupational Safety and Health Network) membangun komitmen yang kuat dalam melaksanakan program pencegahan dan pengendalian HIV-AID di tempat kerja, terutama di masa pandemi COVID-19. Ia mengatakan pengendalian tersebut dapat menjamin kesehatan pekerja dan pertumbuhan bisnis.

"Program pencegahan dan pengendalian penyakit di tempat kerja ini harus dilaksanakan dengan baik untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja kita, serta pertumbuhan bisnis," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

Hal tersebut ia ungkapkan dalam Workshop Pengembangan Pedoman ASEAN tentang Konseling dan Pengujian HIV di Tempat Kerja dan Workshop Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS di Tempat Kerja Selama Masa Pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (9/6).

Ida mengingatkan tantangan potensi infeksi HIV-AIDS di tempat kerja. Sebab jumlah kasus HIV-AIDS meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu, dan data menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi berada di usia produktif.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat HIV-AIDS tidak lagi hanya masalah kesehatan, tetapi juga menimbulkan risiko kesejahteraan sosial ekonomi, khususnya di bidang ketenagakerjaan sektor.

"Kita tahu bahwa pekerja memiliki peran utama dalam mendorong roda pembangunan ekonomi dengan menjamin kegiatan produksi tetap berjalan. Namun, pekerja juga merupakan kelompok dalam masyarakat kita yang rentan terhadap penularan COVID-19 dan HIV-AIDS," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ida menyampaikan apresiasinya kepada Laos, sebagai Ketua ASEAN-OSHNET saat ini atas keberhasilannya dalam mengkoordinasikan kegiatan dan program ASEAN-OSHNET.

Sebagai Ketua ASEAN Labour Ministers Meeting, ia juga mendorong ASEAN-OSHNET untuk secara produktif dan aktif mendukung pengembangan sektor ketenagakerjaan ASEAN dengan kegiatan untuk mencapai tujuan Program Kerja Menteri Tenaga Kerja ASEAN.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Hayani Rumondang, berharap, workshop ini dapat merumuskan dan berbagi pengalaman tentang langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dalam masa pandemi.

Menurut Hayani, supaya upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dapat diimplementasikan di tempat kerja, maka diperlukan pengetahuan dan pemahaman, serta sikap seluruh pelaku di tempat kerja. Di antara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan konseling dan testing HIV-AIDS di tempat kerja atau Voluntary Counseling and Testing (VCT) at workplace.

"Program Voluntary Counseling and Testing di tempat kerja sangat penting dalam upaya memonitor rantai penularan HIV-AIDS agar tidak semakin meluas di masing-masing negara anggota ASEAN, untuk itu perlu disusun pedoman VCT at Workplace di tingkat ASEAN," pungkas Hayani.

Lihat Video: Optimisme Taklukkan HIV/AIDS di 2030

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)