Kunker ke Tasikmalaya, Menaker Senang Lihat Budidaya Nila dan Lobster

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 17:58 WIB
Kemnaker
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan apresiasinya kepada masyarakat di Tasikmalaya yang mampu mengembangkan budidaya ikan nila dan lobster di masa pandemi. Bahkan, budidaya yang mereka kerjakan mampu berkembang dan memberdayakan masyarakat.

"Kami senang dan bangga teman-teman telah menunjukan bisa survive di masa pandemi ini dengan memberdayakan masyarakat melalui budidaya ikan nila," kata Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

Saat meninjau kelompok budidaya ikan 'Nila Fadillah' di Desa Wargakerta, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ida mengaku bangga karena terus mengalami peningkatan jumlah anggota.

Di awal berdiri kelompok ini hanya beranggotakan 6 orang dengan jumlah 18 kolam ikan. Bahkan, selama kurun 2018-2019 tidak mengalami penambahan jumlah anggota.

Namun lanjut, Ida setelah kelompok budidaya ikan di Sukarame menerima bantuan pelatihan dari tim perikanan BLK Lembang dan program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Kemnaker pada tahun 2020, mengalami peningkatan jumlah anggota.

"Penambahan anggota kelompok menjadi 26 orang dengan jumlah kolam budidaya menjadi 50 kolam budidaya. Jadi benar-benar ada Fadillah (keutamaan)-nya. Saya yakin lama-lama bisa jadi satu kampung kelompok budidaya ikan nila di Sukarame," ujar Ida.

Dengan kondisi tersebut, Ida berpesan agar para anggota kelompok budidaya ikan nila di Sukarame tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, Ida meminta kelompok budidaya ikan nila memiliki keinginan untuk terus belajar atau meningkatkan kapasitas diri.

"Saya yakin dan percaya semangat teman di bawah bimbingan kades Wargakerta, prospek pengembangan budidaya ikan nila semakin baik ke depannya," katanya.

Usai kunker ke budidaya ikan nila, Ida melanjutkan peninjauan ke sentral/pusat kelompok Tasik Lobster (TASTER) Air Tawar yang berlokasi di Kampung Bantar, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dalam tinjauan itu, Ida memuji keberhasilan kelompok budidaya TASTER pimpinan Taufikullah alias Kang Opik yang mampu bertahan dan fokus mengembangkan lobster jenis Cherax Quadricarinatus atau Red Claw (Capit Merah) sejak tahun 2013.

Lobster Cherax adalah jenis Lobster air tawar konsumsi yang teksturnya lebih besar jika dibandingkan dengan lobster-lobster air tawar yang lainnya.

"Kemnaker memberikan apresiasi kelompok budidaya TASTER yang dipimpin Taufikullah, berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha melalui peningkatan produksi dan perekrutan anggota baru," imbuhnya.

Ida Fauziyah juga memuji keberhasilan Kang Opik yang mengawali budidaya lobster dari single fighter hingga saat ini mencapai 50 kelompok TASTER di wilayah Bungursari. Mulai dari indukan, anakkan, hingga tahap konsumsi.

"Kelompok TASTER ini menjadi inkubasi bisnis. Ini luar biasa dengan pasar dari Tasikmalaya hingga keluar Tasikmalaya," ujarnya.

Ida bersyukur berkat tangan dingin Kang Opik, pengembangan budidaya lobster Cherax mampu menyerap tenaga kerja dan banyak melahirkan wirausaha baru. Ida menial Kang Opik merupakan salah satu warga Tasikmalaya yang menerima program TKM dan diteruskan Kemnaker program JPS 2020 akibat pandemi COVID-19.

"Kang Opik bersama teman-teman bisa survive. Kita butuh Kang Opik-Kang Opik baru. Bukan hanya di Tasikmalaya tapi juga di kabupaten lain," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wargakerta, Nurul Muhtadin, mengatakan budidaya ikan nila di wilayahnya menambah manfaat Desa Wargakerta. Kelompok budidaya inkubasi ikan nila Fadillah merupakan binaan JPS TKM dan menjadi pemasok ikan yang dipasarkan oleh BUMDES Wargakerta.

"Sejak 2018 hingga hari ini, budidaya ikan nila Fadillah perkembangannya sangat menggembirakan. BUMDes Wargakerta telah menghasilkan PAD sebesar Rp 100 Juta," ujarnya.

(prf/ega)