BNPB Setop Pembiayaan Isolasi Mandiri di Hotel, Diserahkan ke Pemda

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 16:51 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (Satgas Penanganan COVID-19)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberhentikan sementara pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel-hotel di Jakarta. Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan secara bertahap anggaran untuk pembiayaan isolasi mandiri di hotel akan diserahkan ke pemerintah daerah.

"Melalui kesepakatan kementerian/lembaga terkait dan jajaran pemerintah daerah pembiayaan isolasi mandiri yang awalnya tersentral oleh pemerintah pusat akan secara bertahap dilakukan terdesentralisasi kepada pemerintah daerah," kata Wiku, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Rabu (9/6/2021).

Alasannya karena pemerintah daerah dinilai dapat menyesuaikan kebutuhan untuk isolasi mandiri warganya.

"Hal ini menimbang upaya penanganan COVID-19 terbaik sesuai dengan tantangan yang khas dari setiap daerah dan diharapkan dapat disesuaikan secara lebih efektif," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkap pemerintah pusat akan membantu pemerintah daerah jika mengalami hambatan dalam penyediaan ruang isolasi pasien COVID-19.

"Pemerintah pusat akan siap membantu pelaksanaannya sehingga dimohon bagi pemerintah daerah yang mengalami kendala khususnya pengadaan fasilitas isolasi maupun karantina mandiri bisa memanfaatkan forum komunikasi dengan pemerintah pusat untuk dapat dicari jalan keluarnya secara bersama-sama," ujarnya.

Sebelumnya, Satgas COVID-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetop sementara pembiayaan hotel sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) di Jakarta. Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi, mengatakan anggaran untuk penyediaan tempat isolasi mandiri sudah habis.

"Sementara iya, karena anggaran kita sudah habis. Tapi nanti kalau memang memuncak lagi, anggaran kita sudah turun, pemda DKI bisa minta lagi," kata Dody saat dihubungi, Selasa (8/6/2021).

Dody mengatakan BNPB hanya akan membantu pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel yang ada di Jakarta hingga 15 Juni 2021. Pemprov DKI, katanya, bisa mengajukan pembiayaan apabila kasus COVID-19 di Ibu Kota meningkat lagi.

"Kita bilang coba sampai 15 Juni kita tunggu dulu. Setelah itu, mungkin ditanggung Pemda dulu karena kita masih mengusulkan ke Kemenkeu, nanti kalau udah turun dari Kemenkeu, nanti kalau memang dibutuhkan bisa diusulkan lagi," ujarnya.

Dody menyebut saat ini ada 31 hotel yang dibiayai oleh BNPB di Jakarta. Perinciannya, 16 hotel untuk tenaga kesehatan dan 15 hotel untuk isolasi mandiri.

BNPB masih berupaya melunasi utang hotel untuk isolasi sebesar Rp 200 miliar. Dia menyebut Pemprov DKI sedang memaksimalkan fungsi Wisma Atlet sebagai ruang isolasi mandiri.

"Khusus DKI untuk hotel Rp 200.711.910.000 dan baru kita bayar talangan (uang muka) Rp 60 miliar," ujarnya.


DKI Siapkan GOR

Satgas COVID-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberhentikan sementara pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel-hotel di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyiapkan lokasi alternatif warga menjalani isolasi mandiri.

"Kami juga sudah mencarikan alternatif tempat-tempat yang menjadi milik Pemprov untuk kemudian dapat digunakan sebagai tempat isolasi mandiri, isolasi terkendali bagi masyarakat," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa malam (8/6/2021).

Riza mengatakan lokasi alternatif ini memanfaatkan berbagai fasilitas milik Pemprov DKI, mulai dari gedung, gelanggang olahraga (GOR) hingga penginapan. Dia juga menjamin nantinya penerapan protokol kesehatan (COVID-19) akan diperketat.

(yld/fjp)