Penyelundupan Benur Senilai Rp 7,8 M ke Vietnam Digagalkan TNI AL

M Iqbal - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 16:40 WIB
TNI AL gagalkan penyelundupan bayi lobster di Pelabuhan Merak (M Iqbal/detikcom)
TNI AL menggagalkan penyelundupan bayi lobster di Pelabuhan Merak. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Aparat Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten menggagalkan penyelundupan bayi lobster (benur) di Pelabuhan Merak. Bayi lobster sebanyak 77.971 ekor tersebut hendak diselundupkan ke Vietnam.

Penyelundupan itu digagalkan setelah aparat menerima informasi adanya sebuah mobil yang membawa puluhan ribu ekor bayi lobster hendak dikirim ke Bakauheni via Pelabuhan Merak.

"Dari informasi, ada sebuah mobil yang akan masuk penyeberangan Merak. Dari situ kita geledah, setelah geledah kita tahu isinya baby lobster," kata Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Budi Iriyanto kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Aparat kemudian melakukan penggeledahan. Hasilnya, ada 13 boks putih berisi bayi lobster yang akan diselundupkan ke Vietnam.

"Jumlahnya ada 13 boks, jumlah 77.971 ekor," kata dia.

Penangkapan dilakukan lantaran bayi lobster dilarang diekspor. Selain itu, pelaku penyelundupan tak membawa surat keterangan apa pun hingga aparat memastikan bahwa barang tersebut ilegal.

"Dokumen tidak ada. Yang jelas ilegal karena memang dilarang oleh negara," katanya.

Budi mengatakan, bayi lobster yang hendak diselundupkan ke Vietnam itu merupakan bayi lobster jenis pasir dan mutiara. Akibat penyelundupan itu, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 7,8 miliar.

"Untuk kerugian negara itu berkisar Rp 7,8 miliar, terdiri atas baby lobster-nya jenis pasir dan jenis mutiara. Rencananya akan dibawa ke wilayah Vietnam," tuturnya.

(jbr/jbr)