Bahagianya Para Siswa SMAN 20 Jakarta Bisa Kembali Belajar Tatap Muka

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 08:43 WIB
Suasana belajar tatap muka di SMAN 20 Jakarta (Karin-detikcom)
Suasana belajar tatap muka di SMAN 20 Jakarta. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah sekolah di Jakarta memulai uji coba belajar tatap muka di tengah pandemi Corona. Salah satunya SMA Negeri 20 Pasar Baru, Jakarta Pusat. Bagaimana suasananya?

Pantauan detikcom di lokasi, pukul 08.00 WIB, Rabu (9/6/2021), tampak petugas keamanan mengecek suhu siswa yang hendak masuk ke area sekolah.

Setelah itu, para siswa diharuskan mencuci tangan lebih dulu. Semua siswa dan guru di SMAN 20 Jakarta juga memakai masker.

"Guru yang mengajar langsung di sekolah kami wajibkan untuk mengikuti vaksin terlebih dulu," ujar Staf Kurikulum SMA Negeri 20 Jakarta, Sri Winarni, di SMA Negeri 20 Jakarta, Jalan Krekot III, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan ada ruang isolasi yang disiapkan di sekolah. Ruangan ini disediakan untuk mengobservasi siswa yang suhunya berada di atas 37,3 derajat Celsius.

"Jika mereka ketahuan abai, misal tidak menggunakan masker di kelas ataupun bersentuhan dengan temannya akan kami tegur. Jika mereka masih membandel terpaksa kami pulangkan lagi ke rumah dan tidak diperbolehkan kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah," kata Sri.

Selain itu, pihak sekolah membuat jarak khusus antara satu siswa dan siswa lain di dalam kelas. Satu kelas yang biasa diisi 36 siswa, kali ini hanya diisi 18 siswa. Ada juga sekat di setiap meja berupa plastik mika.

"Jadi setiap siswa yang nekat masuk tapi namanya tidak terdata di form persetujuan, maka akan kami pulangkan lagi ke rumah. Ini sebagai bentuk untuk menjaga kesehatan satu sama lainnya," jelas Sri.

Kantin sekolah terlihat masih ditutup. Para siswa dan guru diwajibkan membawa bekal sendiri.

Sekolah tatap muka hari ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Rencananya, pembelajaran berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Pembelajaran di SMA Negeri 20 Jakarta hanya dilakukan seminggu tiga kali, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat. Untuk Senin dan Rabu diperuntukkan bagi siswa kelas 11 yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, sedangkan Jumat diperuntukkan bagi siswa kelas 10.

Bahagianya Para Siswa

Para siswa mengaku bahagia bisa belajar tatap muka lagi di sekolah. Mereka mengaku rindu suasana sekolah setelah 1 tahun lebih belajar secara daring.

"Seneng banget. kangen ngumpulnya itu, kangen ngobrolnya sekarang juga kantin masih tutup kan," ujar para siswa di Kelas XI IPS.

Salah satu siswa, Natasha, mengatakan selama ini dirinya diizinkan pergi untuk ibadah ke gereja. Dia mengatakan orang tuanya tidak melarang dirinya ke sekolah.

"Kalau saya ya jujur ya kalau saya kan udah dibolehin oleh gereja di hari Minggu, kenapa kalau kita dibolehin ke gereja kenapa nggak boleh sekolah," tuturnya.

Siswa lainnya, Patricia, mengatakan dirinya selama ini tak pernah dilarang ke luar rumah selama pandemi. Dia mengaku senang akhirnya sekolah kembali dibuka.

"Kalau aku emang dari awal pandemi masih dibebasin sih ke mana-mana, jadi nggak ada larangan buat ke sana-sini," tuturnya.

Siswa lainnya, Vania, juga mengaku senang bisa belajar tatap muka lagi. Dia mengaku sangat kesulitan saat belajar secara daring.

"Ada beberapa sih yang nggak ngerti. Apalagi pas Google Meet nih, mau nanya on mic gitu takut dikira caper sama teman-teman. Kayak gengsi sama yang lain. Kalau kami (jurusan) IPA ya, jadi kimia sama fisika tuh susah banget (saat belajar daring)," tuturnya.

Simak juga '3 Arahan Jokowi soal Sekolah Tatap Muka Usai Kasus Corona Naik':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)